Sumur BEL-53 Lampaui Target, Djoko Siswanto: Sinyal Positif Lifting Migas Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan kegiatan well service pada sumur BEL-53 milik Pertamina EP Zona 4 di Lapangan Limau, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sumur tersebut mencatat laju alir awal 437 barel minyak per hari (BOPD) — jauh melampaui target awal 250 BOPD.

Kegiatan reparasi sumur dimulai pada 8 Februari 2026 dan rampung 21 Februari 2026 menggunakan Rig GBT-08 (350 HP) dengan total waktu pengerjaan 14 hari. Berdasarkan hasil uji produksi, sumur kini resmi berstatus sumur produksi minyak dari lapisan S dan W0 pada kedalaman sekitar 1530–1535 mMD dan 1561,5–1565.

Target utama kegiatan well service ini adalah additional perforation pada lapisan S untuk meningkatkan produktivitas reservoir. Hasilnya bukan hanya berhasil mengaktifkan kembali potensi lapisan tersebut, tetapi juga membuka kontribusi tambahan dari lapisan W0.

Dari sisi biaya, proyek ini tergolong efisien. Realisasi anggaran tercatat USD 69.449, atau sekitar 83% dari AFE yang disetujui SKK Migas sebesar USD 84.108.

Djoko menegaskan keberhasilan ini menjadi contoh konkret bahwa intervensi teknis sederhana seperti well service bisa berdampak langsung pada peningkatan produksi nasional. Dalam program kerja 2026, SKK Migas telah menyetujui 38.317 pekerjaan well service di seluruh wilayah kerja kontraktor migas.

Jika setiap kegiatan minimal menambah 1 BOPD saja, maka tambahan produksi bisa mencapai 38.317 BOPD,” ujarnya dalam laporan resmi, diceritakan kepada ruangenergi.com, Senin (23/02/2026)

Paket Langkah Akselerasi Lifting

Selain well service, SKK Migas menyiapkan rangkaian strategi terintegrasi untuk menahan penurunan produksi alamiah sekaligus meningkatkan lifting, antara lain:
• Workover dan pengeboran sumur baru
• Penerapan teknologi EOR dan stimulasi
• Aktivasi lapangan idle dan sumur tua
• Percepatan proyek strategis dan monetisasi migas
• Penyederhanaan perizinan dan birokrasi
• Pencegahan illegal tapping dan refinery ilegal
• Penguatan integritas melalui prinsip 5 NO (No Bribery, No Kickback, No Luxury Hospitality, No Gift, No Conflict of Interest)

Langkah-langkah tersebut juga diperkuat dengan percepatan pengadaan, peningkatan kompetensi SDM, serta pengawasan lapangan yang lebih ketat untuk menjamin operasi aman dan bebas gangguan.

Menutup laporannya, Djoko menyampaikan optimisme bahwa tren positif ini bisa berlanjut jika seluruh pemangku kepentingan menjaga konsistensi fokus pada target lifting nasional.

“Dengan dukungan semua pihak, peningkatan produksi bukan sekadar target, tapi keniscayaan,” tegasnya.

Tagline optimisme pun ditegaskan: Lifting Naik — Bisa, Bisa, Bisa.