Tebar Pesona ke Investor, Pemerintah Siapkan Segudang ‘Pemanis’ di Lelang 8 Blok Migas Baru

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Serpong, Tangerang Selatan, ruangenergi.com- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan skema investasi yang jauh lebih atraktif untuk menarik modal asing ke sektor energi. Dalam peluncuran lelang Wilayah Kerja (WK) Migas terbaru, Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian “pemanis” atau insentif untuk menarik minat Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Fasilitas yang ditawarkan mencakup:Porsi Bagi Hasil yang Lebih Menarik. Fleksibilitas Kontrak: Investor bebas memilih skema Cost Recovery atau Gross Split. Insentif Fiskal: Fasilitas perpajakan dan pemberian 10% FTP. Tanpa Kewajiban Pengembalian Wilayah (Relinquishment): Selama 3 tahun pertama komitmen. Kemudahan Data: Akses mudah melalui anggota Migas Data Repository.

“Pembenahan ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Apabila terjadi kendala ekonomi, Kontraktor bahkan dapat mengajukan insentif tambahan untuk mengembangkan wilayah kerjanya,” janji Laode, dikutip dari website Migas.

Tawaran berbagai kemudahan tersebut diberikan bersamaan dengan dibukanya Lelang Wilayah Kerja Migas Tahap III Tahun 2025 yang diumumkan pada acara Final Meeting Studi Kajian Migas di Tangerang Selatan, Senin (22/12). Pada tahap ini, Pemerintah melelang 8 Wilayah Kerja baru, yang terdiri dari 3 blok melalui Penawaran Langsung dan 5 blok melalui Lelang Reguler.

Langkah ini melengkapi total 20 blok migas yang ditawarkan sepanjang tahun 2025. “Dalam rangka menjaga ketersediaan energi nasional di masa depan, Kementerian ESDM terus mendorong kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi sehingga diharapkan dapat diperoleh cadangan-cadangan baru,” tambah Laode.

Adapun 8 blok migas yang siap diperebutkan investor tersebar dari perairan Natuna hingga pedalaman Papua, dengan rincian sebagai berikut:

Jalur Penawaran Langsung (Direct Offer):

  1. WK Nawasena (Jawa Timur): Area offshore dan onshore seluas 7.031 km².

  2. WK Mabelo (Sulawesi Tenggara): Area potensial seluas 7.334 km².

  3. WK Tapah (Jambi & Sumsel): Satu-satunya blok eksploitasi, di mana kontraktor wajib langsung memulai produksi di tahun pertama.

Jalur Lelang Reguler:

  1. WK Tuah Tanah (Riau & Sumut).

  2. WK Arwana III (Laut Natuna).

  3. WK Rangkas (Jawa Barat & Banten).

  4. WK Akimeugah I (Papua Selatan & Pegunungan).

  5. WK Akimeugah II (Papua Selatan & Pegunungan).

Jadwal Pendaftaran

Bagi investor yang berminat memanfaatkan insentif “pemanis” tersebut, keran pendaftaran telah dibuka dengan jadwal sebagai berikut:

  • Lelang Penawaran Langsung (Nawasena, Mabelo, Tapah): Akses dokumen ditutup pada 3 Februari 2026.

  • Lelang Reguler (Tuah Tanah, Arwana III, Rangkas, Akimeugah I & II): Batas akses dokumen hingga 17 April 2026.

Registrasi dan akses dokumen penawaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://esdm.go.id/wkmigas.