Jakarta, ruangenergi.com- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendapatkan kabar bahwa Repsol Indonesia akan terus melihat potensi yang ada di Indonesia karena negara ini merupakan negara yang penting buat bagi perusahaan minyak yang berkantor pusat di Spanyol.
Repsol juga menyatakan akan terus melanjutkan pengembangan proyek Sakakemang yang diharapkan dapat produksi di Q1 tahun 2028 nanti.
“Repsol diminta untuk trus melakukan pengembangam proyek sakakemang dengan harapan produksi gas dari WK Sakakemang dapat mengisi demand gas baik di LN maupun domestik,” kata petinggi di lingkup SKK Migas bercerita kepada ruangenergi.com di sela-sela IICCS Forum 2024, Kamis (02/08/2024), di Jakarta.
Dia juga bercerita, Repsol diminta untuk juga melihat potensi-potensi yang lain yang ada di indonesia termasuk di Timur Indonesia.
“Repsol juga akan melakukan pengembangan CCS di Indonesia sebagai 3 (tiga) negara di dunia yang Repsol fokus dalam pengembangan CCS,”urainya.
Dikutip dari websitenya, Repsol dan mitranya PETRONAS dan MOECO telah menemukan gas terbesar di Indonesia dalam 18 tahun. Penemuan ini juga merupakan salah satu dari sepuluh penemuan terbesar di dunia dalam 12 bulan terakhir. Sumur KBD-2X di Sumatera Selatan memberikan perkiraan awal setidaknya 2 TCF sumber daya yang dapat diperoleh kembali.
Penemuan ini terjadi di blok Sakakemang, Sumatera Selatan, dimana Repsol sebagai operator memegang 45% hak partisipasi. PETRONAS memiliki 45% dan MOECO memiliki 10% sisanya.
Perusahaan akan melanjutkan pekerjaan eksplorasi dalam beberapa bulan mendatang dengan rencana sumur penilaian tambahan. Repsol telah bekerja sama erat dengan SKK Migas dalam kegiatan eksplorasi yang dilakukan di blok tersebut dan terus berupaya mengambil langkah selanjutnya dengan pihak berwenang Indonesia.
Indonesia menjadi fokus investasi eksplorasi Repsol di Asia Tenggara. Repsol memegang beberapa izin di Sumatera, baik di darat maupun lepas pantai, dan berencana melaksanakan kampanye pengeboran dan akuisisi seismik secara intensif pada tahun 2019 dan 2020.