TGI Gerak Cepat Kebut Perbaikan Pipa Gas Riau dan Tanggung Jawab Penuh pada Warga

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com- PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) membawa kabar terbaru terkait insiden kebocoran pipa gas di jalur Grissik Duri (GD) KP222, Desa Batu Ampar, Riau. Setelah insiden yang terjadi pada Jumat sore (2/1/2026), TGI mengonfirmasi bahwa kobaran api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (3/1) pukul 05:35 WIB.

Kini, fokus perusahaan beralih pada proses pendinginan, perbaikan infrastruktur, serta penanganan dampak sosial bagi warga sekitar

Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, kepada ruangenergi.com, menjelaskan langkah taktis yang diambil tim di lapangan. Pemadaman berhasil dilakukan setelah tim menutup Sectional Valve (SV) 1203 dan SV 1204 pada Jumat malam. Langkah ini efektif menghentikan aliran gas pemicu api.

“Dengan penutupan valve tersebut, api telah padam sepenuhnya pagi ini. Saat ini kami fokus pada upaya perbaikan pipa,” ujar Emil dalam keterangan resminya diterima ruangenergi.com, Sabtu (3/1/2026), di Jakarta.

Penyebab pasti insiden masih dalam tahap investigasi mendalam yang melibatkan tim lapangan, pihak terkait, serta koordinasi ketat dengan tim Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Riau. TGI juga terus memonitor tekanan gas kepada para shipper dan pembeli di jalur Grissik-Duri.

Komitmen Tanggung Jawab Bagi Warga

TGI memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, tercatat ada 8 orang warga yang mengalami luka bakar ringan.
“Seluruh warga yang terluka telah ditangani oleh perusahaan dan saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing,” jelas Emil.
Selain korban luka, insiden ini juga berdampak pada kerusakan materiil berupa beberapa kendaraan dan 5 unit rumah warga. Menanggapi hal ini, TGI menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh. Perusahaan menjamin akan melakukan perbaikan atas kerusakan properti warga yang terdampak.

Target Perbaikan 3-5 Hari

Terkait pemulihan layanan, TGI menargetkan proses perbaikan pipa akan memakan waktu sekitar 3 hingga 5 hari ke depan. Prioritas utama saat ini adalah pengamanan lokasi dan perbaikan teknis dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Emil juga menyampaikan permohonan maaf perusahaan atas gangguan yang terjadi. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami berkomitmen penuh memastikan keselamatan semua pihak dan memulihkan layanan secepat mungkin,” tutupnya.