Jakarta,ruangenergi.com-Telah dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli produk kilang antara PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) pada 9 Januari 2023 lalu.
Dalam kesepakatan perjanjian itu,PPN akan menampung semua hasil olahan minyak bumi dari hasil kegiatan usaha pengolahan minyak dan pemurnian yang dilakukan KPI dengan prinsip mengedepankan pemenuhan kebutuhan pasokan domestik dan atau penugasan pemerintah kepada Pertamina.
Sinergi lakukan Signing Ceremony Perjanjian Jual Beli Produk Kilang yang berlangsung di Jakarta (9/1/2023) ditandai dengan penyerahan dokumen jual beli yang dilakukan oleh Direktur Feedstock & Optimization PT KPI Sani Dinar Saifuddin dan Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan.
Grup Pertamina Patra Niaga sendiri merupakan customer terbesar Kilang, yang menyerap sekitar 96% produk dari Kilang dengan produk utama seperti Gasoil, Avtur, dan juga Gasoline.
“Manajemen Pertamina Patra Niaga akan terus mengupayakan yang terbaik dalam perjanjian ini. Kami selalu menempatkan hal ini menjadi hal yang utama,” kata Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PPN Riva Siahaan dikutip dari instagram@ptpertaminapatraniaga.
Sinergi ditandai dengan perjanjian jual beli produk kilang dalam mengamankan stok pasokan produk-produk BBM dan Non BBM demi mengamankan stok pasokan produk-produk BBM dan Non BBM selama 3 tahun ke depan.
“Ini adalah bentuk komitmen dukungan KPI untuk menjamin ketahanan stock bahan bakar dan non bahan bakar (termasuk LPG,pelumas dan produk petrokimia),” kata Direktur Utama PT KPI Taufik Aditiyawarman dikutip dari instagram@kilangpertaminainternasional.
Grup Pertamina Patra Niaga sendiri merupakan customer terbesar Kilang, yang menyerap sekitar 96% produk dari Kilang dengan produk utama seperti Gasoil, Avtur, dan juga Gasoline.
Kerjasama yang dilakukan ini Mengguatkan Sarana Pelaksanaan dan Merevitalisasi Kemitraan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Sejalan dengan transisi energi bersih @kilangpertaminainternasional berkomitmen mengedepankan prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) di semua lini bisnis.
Kilang Pertamina Internasional juga telah mencanangkan Roadmap Net Zero Emission untuk memastikan komitmen upaya dekarbonisasi secara bertahap hingga dicapai target net zero emission.