Tingkatkan Kualitas Riset, Dosen dan Lulusan, ITPLN Jajaki Kerja Sama dengan ITB

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bandung, ruangenerg.com — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjajaki kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meningkatkan kualitas dosen, lulusan, serta penguatan riset di bidang ketenagalistrikan dan transisi energi. Kolaborasi ini mencakup program pendidikan S1, S2, S3, riset bersama, hingga pelatihan berbasis kebutuhan industri energi nasional.

Rektor Institut Teknologi PLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., MT., IPU., ASEAN Eng., mengatakan ITPLN saat ini memiliki empat fakultas dan dua sekolah dengan diferensiasi yang dirancang selaras dengan kebutuhan sektor energi.

“Kami punya Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, serta Fakultas Telematika Energi. Selain itu ada Sekolah Pascasarjana dan Sekolah Vokasi,” ujar Iwa dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan ITB, Rabu, 18 Februari 2026.

Menurut Iwa, ITPLN membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas jenjang. Untuk program doktor (S3), ITPLN berharap dosennya dapat menempuh studi di ITB melalui skema pembimbing bersama (co-supervision).

“Saat ini baru satu dosen kami yang lulus dari ITB. Harapannya ke depan lebih banyak,” kata dia.

Pada jenjang magister (S2), ITPLN juga mengusulkan skema perkuliahan satu semester atau penyusunan tesis di ITB, khususnya bagi program mahasiswa S2 dari PLN. Tahun lalu, ITPLN mencatat ada 55 mahasiswa S2 yang merupakan kerja sama dengan PLN.

“Bisa satu semester di sini atau tesis di ITB agar kompetensi lulusan makin lengkap,” ucapnya.

Kerja sama juga diarahkan pada level sarjana (S1), riset, dan pengabdian masyarakat. ITPLN memiliki lembaga riset, lembaga terapan (Lemtera) yang terlibat dalam berbagai proyek Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, namun masih membutuhkan penguatan sumber daya.

“Kami ingin Lemtera bersinergi dengan ITB untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan PLN,” tutur Iwa.

Selain itu, ITPLN memiliki training center untuk peningkatan keterampilan mingguan hingga bulanan para pemangku kepentingan, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang fokus pada tema transisi energi. Kurikulum ITPLN, lanjut Iwa, juga terus diperbarui agar selaras dengan agenda transisi energi nasional.

Dalam kesempatan itu, Prof. Iwa Garniwa didampingi Wakil Rektor I ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., Direktur Sekolah Pasca Sarjana ITPLN, Dr. Ir. Luqman, ST., M.Kom., IPM., ASEAN.Eng, Direktur Lemtera ITPLN, Warsono, Kepala LPPM ITPLN, M. Sofyan dan Manajer Bagian Kerja Sama ITPLN, Yozika Arvio, serta lainnya.

Sedangkan dari ITB, hadir Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan kemahasiswaan, Irwan Melano, Direktur Kemitraan ITB, Endra Gunawan, Direktur Pendidikan ITB, Saiful Akbar, Direktur Pengabdian Masyarakat dan layanan Kepakaran, Zulfiadi dan lainnya.

Wakil Rektor I ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., menekankan pentingnya peningkatan kualitas dosen melalui pembimbingan bersama. Sehingga, pihaknya membidik ITB sebagai kampus best practise agar kualitas pengajaran dan pendidikan lebih meningkat. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id

“Kami ingin dosen-dosen ITPLN mendapatkan best practice dari ITB agar kualitas pengajaran semakin baik,” kata Prof. Susy.

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama pendidikan lintas kampus sudah menjadi praktik yang lazim di ITB.

“Untuk S1, S2, dan S3 saya kira tidak ada masalah. Pada program Merdeka Belajar, banyak mahasiswa dari kampus lain datang ke ITB. Memang ada konsekuensi akademik, tapi pengalamannya sangat berharga,” kata Tata.

Ia menambahkan, untuk program magister dan doktor, penentuan pembimbing sejak awal menjadi kunci.

“S2 sebaiknya sudah dipasangkan dengan calon pembimbingnya. S3 sangat mungkin dengan pembimbing bersama,” ujarnya.

Tata juga menyoroti kerja sama ITB dengan PLN yang selama ini berjalan intensif, termasuk program pelatihan dan pertukaran pegawai ke luar negeri untuk mempelajari teknologi pembangkit, smart meter, hingga energi terbarukan.

“Kerja sama pendidikan itu sangat mungkin, tinggal teknisnya saja. Seperti dengan Universitas Pertamina contohnya, kami melakukan pendampingan penyusunan silabus. Ada juga dosen dosen dari kami yang dihire menjadi wakil rektor dan dosen di sana,” kata dia.