Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), terus mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam menerapkan digitalisasi di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Dua inisiatif terbaru, yakni sosialisasi platform pengadaan digital dan peningkatan kapabilitas penggunaan sistem perencanaan anggaran terintegrasi, menegaskan komitmen PHI untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam seluruh lini operasionalnya.
PHM, melalui fungsi Supply Chain Management (SCM), baru-baru ini sukses menggelar sosialisasi Indonesian Oil and Gas (IOG) e-Commerce dan i-Vendor bagi 190 mitra kerjanya di Kalimantan Timur. Acara ini merupakan bukti nyata bagaimana transformasi digital meresap ke dalam proses pengadaan barang dan jasa, sebuah aspek krusial dalam mendukung kelancaran operasi migas.
Manager SCM & Asset Management PHM, Abrianto Nur Cahyono, menekankan bahwa platform IOG e-Commerce, yang dikembangkan oleh SKK Migas, dirancang untuk mempertemukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti PHM dengan para penyedia barang dan jasa secara digital.
“Platform ini mendorong proses pengadaan yang lebih cepat, transparan, dan efektif untuk mendukung peningkatan kapabilitas industri dalam negeri,” ujarnya.
Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan i-Vendor milik PT Pertamina (Persero), sebuah layanan digital yang memungkinkan vendor memantau perkembangan proses penagihan secara real-time, mulai dari status pajak hingga pelacakan invoice. Transparansi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan, tetapi juga mempercepat siklus pembayaran, yang sangat penting bagi keberlanjutan bisnis mitra.
Untuk memastikan kesiapan mitra, sesi coaching clinic penggunaan Centralized Integrated Vendor Database (CIVD) juga diadakan. Platform digital yang digagas SKK Migas ini memungkinkan penyedia barang dan jasa berkonsultasi langsung dengan tim verifikator dari PHI dan PHM terkait pendaftaran atau pembaruan dokumen.
Manajer Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menambahkan, “Kegiatan ini menjadi jembatan untuk membuka peluang bagi bisnis lokal untuk dapat memanfaatkan akses terhadap digitalisasi proses pengadaan di industri hulu migas.Ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga untuk memberdayakan ekosistem bisnis di sekitar operasi PHI.”
Digiplan 2.0: Merumuskan Rencana Kerja dan Anggaran yang Akurat
Tak hanya di ranah pengadaan, PHI Regional Kalimantan juga menjadi yang terdepan dalam digitalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Melalui kegiatan upskilling penggunaan Digiplan 2.0, 102 Perwira dari Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 dibekali kemampuan untuk mengelola Anggaran Biaya Investasi (ABI) secara lebih efektif.
Senior Manager Strategic Planning, Irwan Yulianto, mengungkapkan bahwa penerapan digitalisasi RKAP di PHI-Regional 3 Kalimantan adalah yang pertama di lingkungan Subholding Upstream Pertamina maupun regional lainnya. Digiplan adalah platform terintegrasi yang memudahkan proses perencanaan dan evaluasi kinerja secara keseluruhan.
“Inisiatif ini dapat mendukung keberlangsungan bisnis Perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital di tengah era digitalisasi saat ini,” imbuh Irwan.
Digiplan 2.0, sebagai pengembangan dari versi sebelumnya, menawarkan keunggulan berupa sistem berbasis web (web-based), otomatisasi konsolidasi data antar fungsi, dan kemampuan mengelola data menjadi berbagai format laporan yang dibutuhkan.
Arliansyah Abdul Gani, Sr. Manager Operation Planning & Engineering PHI-Regional 3 Kalimantan, meyakini bahwa digitalisasi RKAP ini menciptakan new culture atau kultur baru, yang mendukung kualitas perencanaan lebih baik, terutama untuk penyusunan rencana kerja terkait ABI Non-Business Development (NBD).
Dengan Digiplan, data pengusulan RKAP menjadi single source truth of data yang terhubung dengan data realisasi dari database fungsi teknis, termasuk proses persetujuan RKAP. Ini meminimalkan kesalahan, meningkatkan akurasi, dan mempercepat pengambilan keputusan strategis.
Sebagai contoh, Digiplan saat ini digunakan untuk penyusunan Long Term Planning (RJPP dan Business Plan), Portofolio, dan Economics. Peserta upskilling pun dapat dengan mudah melihat overview RKAP, mulai dari data produksi hingga aspek finansial, yang sangat membantu dalam menganalisis rencana kegiatan investasi. Muhammad Deva Anandika, salah satu peserta, menggambarkan Digiplan sebagai terobosan karena menggabungkan tiga kebutuhan sekaligus: single source database, avoid redundancy with simultaneous & secure access, dan Automation & Accelerated report generation.
PHI terus berinovasi dan menerapkan teknologi digital untuk mewujudkan operasi hulu migas yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan. Digitalisasi, baik di sisi pengadaan maupun perencanaan, adalah kunci untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional dan mewujudkan