Tutup 2025 dengan Gemilang, PHE Jambi Merang Siap Ngebut Garap Proyek Raksasa di 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Musi Banyuasin, Sumsel, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang menutup lembaran tahun 2025 dengan senyum lebar. Anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini sukses mencetak “gol” di penghujung tahun lewat Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang resmi berproduksi (on stream) dengan angka yang melampaui ekspektasi.

Capaian gemilang ini langsung mendapat atensi khusus dari pemerintah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, turun langsung meninjau lokasi operasi di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa (30/12/2025).

Sumur eksplorasi PPC-01 bukan sumur biasa. Sejak mendapat lampu hijau dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur ini digadang-gadang menjadi andalan baru. Target awalnya dipatok sebesar 400 BOPD (barel minyak per hari).

Namun, realisasi di lapangan justru lebih manis. Per 26 Desember 2025, produksi tercatat menembus angka 451,42 BOPD.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujar Wamen ESDM, Yuliot, mengapresiasi kerja keras kolaborasi antara SKK Migas dan PHE.

Senada dengan Wamen, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut keberhasilan ini adalah bukti nyata kekuatan kolaborasi.

“SKK Migas terus mendorong percepatan produksi melalui pengawasan intensif. Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi yang nyata,” tegas Djoko.

Kesuksesan PPC-01 menjadi bensin tambahan bagi semangat PHE menyambut tahun 2026. Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi, menegaskan bahwa momentum ini akan dilanjutkan dengan percepatan berbagai proyek strategis.

Awang membocorkan strategi PHE di tahun depan yang akan fokus pada dua “jurus” utama: eksplorasi di area yang dekat dengan fasilitas produksi (seperti kesuksesan PPC-01) dan eksplorasi di wilayah baru (frontier).

“Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Sumur PPC-01 ini adalah contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas,” jelas Awang.

Meski mengejar target produksi, Awang mengingatkan seluruh jajarannya di hadapan Kementerian ESDM dan SKK Migas bahwa keselamatan kerja tidak boleh ditawar.

“Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” pungkasnya.

Dengan performa yang menjanjikan, Struktur Padang Pancuran diharapkan terus berkembang dan menjadi tulang punggung baru bagi lifting minyak nasional, demi mewujudkan impian swasembada energi Indonesia.