Uji Produksi Perdana Sumur Libo SE #86 PHR Tembus 1.274 BOPD, Perkuat Prospek Blok Rokan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pekanbaru, Riau, ruangenergi.com— PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat hasil signifikan dari uji produksi pertama sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau. Sumur tersebut mampu menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (BOPD) pada awal 2026, menjadi indikator kuat potensi lanjutan pengembangan lapangan di Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Capaian ini dinilai istimewa karena produksi awal menunjukkan 0% water cut, menandakan fluida yang dihasilkan berupa minyak murni tanpa kandungan air. Kondisi tersebut umumnya mencerminkan kualitas reservoir yang baik serta desain completion yang efektif.

Secara teknis, sumur Libo SE #86 memproduksi dari lapisan Top Menggala pada kedalaman sekitar 5.680 kaki dengan permeabilitas maksimum tercatat 2,2 Darcy, tergolong sangat baik untuk reservoir minyak darat.

PHR menerapkan sejumlah strategi teknis untuk mengoptimalkan aliran hidrokarbon, termasuk: Selective perforation guna menargetkan zona reservoir paling produktif.Optimasi Electric Submersible Pump (ESP) berkecepatan rendah sesuai karakter sumur. Integrasi Advanced Gas Handler (AGH) di bawah permukaan dan gas separator di fasilitas permukaan untuk menjaga stabilitas aliran pada kondisi gas tinggi

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan keberhasilan ini memperkuat keyakinan bahwa WK Rokan masih menyimpan potensi besar.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras Perwira PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia,” ujarnya.

PHR menegaskan hasil sumur ini bukan akhir, melainkan awal pengembangan lanjutan. Saat ini tim lapangan tengah melakukan pengeboran Libo SE #88 di wellpad yang sama, dengan rencana tambahan empat sumur infill untuk memaksimalkan pengurasan cadangan di area Libo SE.

Keberhasilan operasi disebut sebagai hasil kolaborasi lintas fungsi tim teknis dan operasional, termasuk SSDP, DWI, PTE, P&O, serta Land–CorSec. Manajemen menegaskan komitmen menjaga standar Health, Safety, and Environment (HSE) seiring upaya peningkatan produksi.