Update!! WNA Ditetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Tambang Ilegal Bijih Emas di Ketapang

Jakarta, ruangenergi.com – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Koordinator Pengawas (Korwas) PPNS Bareskrim Polri mengadakan Pengawasan, Pengamatan, Penelitian, dan Pemeriksaan (Wasmatlitrik) terhadap kegiatan penambangan tanpa izin bijih emas tambang dalam di area wilayah izin usaha pertambangan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang dilakukan oleh tersangka berinisial YH (WNA China).

“Modus yang digunakan dalam tindak pidana ini adalah memanfaatkan lubang tambang dalam (tunnel) yang masih dalam masa pemeliharaan di wilayah IUP dengan alasan kegiatan pemeliharaan dan perawatan, namun pelaksanaan kegiatan di tunnel yaitu melaksanakan blasting/pembongkaran menggunakan bahan peledak, kemudian mengolah dan memurnikan bijih emas di lokasi tersebut (di dalam tunnel). Hasil pekerjaan pemurnian di tunnel tersebut dibawa ke luar lubang dalam bentuk dore/bullion emas”, ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba Kementerian ESDM Sunindyo dalam konferensi pers yang dihadiri RuangEnergi.com pada Sabtu (11/05/2024).

Dalam kasus ini, tim penyidik menemukan peralatan pengolahan dalam tunnel berupa alat ketok/labeling, saringan emas, cetakan emas dan induction smelting. Selain itu, alat berat yang ditemukan berupa lower loader dan dump truck listrik.

Berikutnya, setelah dilakukan pengukuran oleh surveyor yang kompeten ditemukan kemajuan lubang tambang dengan total panjang 1.648,3 meter dengan volume 4.467,2 m3.

Tersangka secara terang benderang melakukan kegiatan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 dengan ancaman hukuman kurungan selama-lamanya 5 (lima) tahun dan denda maksimal 100 milyar rupiah. Namun perkara ini tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi perkara pidana dalam undang-undang selain UU Minerba.

Kerugian negara yang diimbulkan akibat kegiatan tambang ilegal ini masih dalam perhitungan dari lembaga terkait yang memiliki kompetensi untuk menghitung kerugian negara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *