Wajah Baru Kilang Balikpapan: Rp123 Triliun, Standar Euro 5, Akan Diresmikan Prabowo Hari Ini

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kaltim, ruangenergi.com-Senin pagi ini, 12 Januari 2026, menjadi momen bersejarah bagi kedaulatan energi Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan langsung tuntasnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan—sebuah mega-proyek modernisasi kilang terbesar sepanjang sejarah industri migas nasional.

Kehadiran Presiden Prabowo di Kalimantan Timur menandai beroperasinya secara penuh kilang yang telah “disulap” oleh PT Pertamina dengan investasi fantastis mencapai Rp123 triliun. Proyek strategis yang telah digarap sejak 2019 ini kini siap menjadi tulang punggung baru energi nusantara.

Di bawah sorotan peresmian hari ini, Kilang Balikpapan memamerkan wajah barunya yang jauh lebih garang. Kapasitas pengolahannya terdongkrak signifikan dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari.

Namun, bukan hanya soal jumlah. Jantung kilang ini kini ditenagai oleh fasilitas canggih Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. Teknologi ini memungkinkan residu minyak diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Hasilnya? BBM yang keluar dari kilang ini sudah berstandar Euro 5. Pertamina sukses memangkas kadar sulfur secara drastis dari 2.500 ppm menjadi hanya 10 ppm, menjadikan produk BBM jauh lebih ramah lingkungan dan setara dengan standar negara maju.

Peresmian oleh Presiden Prabowo ini juga membawa pesan kuat soal kemandirian. Kilang Balikpapan kini tidak hanya memproduksi Bensin dan Solar, tetapi juga mampu memproduksi LPG hingga 336.000 ton per tahun.

Targetnya jelas: menekan impor LPG secara bertahap. Selain itu, kilang ini juga mulai menghasilkan produk petrokimia baru seperti propylene dan sulfur yang sebelumnya tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

Dengan 39 unit fasilitas baru dan peningkatan kompleksitas kilang (Nelson Complexity Index) dari 3,7 menjadi 8,0, peresmian hari ini menegaskan posisi Indonesia yang semakin kuat dalam peta energi global.