Kendal, Jawa Tengah, ruangenergi.com– Pembangunan Jaringan Gas Bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan progres yang menggembirakan. Proyek strategis nasional ini mencatatkan realisasi pembangunan yang melampaui target alias “kebut tayang” di awal tahun pelaksanaannya.
Hal ini terungkap saat Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, melakukan peninjauan lapangan sekaligus memimpin Monthly Meeting ke-1 di Kendal, Kamis (18/02/2025), dikutip dari website Migas.
Dalam peninjauan tersebut, dilaporkan bahwa realisasi fisik proyek Jargas Paket 3 (meliputi Kabupaten Batang, Kendal, dan Wajo) telah mencapai 61,46%. Angka ini jauh melampaui target rencana awal yang dipatok sebesar 43,43%, atau mencatatkan deviasi positif (surplus) sebesar 18,03%.
Capaian impresif di bulan pertama ini didorong oleh percepatan pekerjaan konstruksi penggelaran pipa, sambungan kompor, serta ketersediaan material di lokasi (onsite).
“Kementerian ESDM bersama Inspektorat Jenderal akan terus memantau ketat. Kami ingin memastikan proyek strategis ini selesai tepat waktu, tepat volume, dan sesuai spesifikasi,” tegas Agung di hadapan para kontraktor dan pengawas proyek.
Mengingat pengadaan material utama sudah rampung sejak Desember 2025, rencana kerja bulan kedua akan difokuskan sepenuhnya pada percepatan konstruksi fisik.
Cek Fisik di Weleri: Pipa hingga Kompor
Usai rapat, rombongan langsung bergerak meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal. Fokus peninjauan adalah memastikan kualitas pemasangan pipa distribusi dan sambungan ke rumah warga.
Agung memastikan seluruh material vital seperti pipa polyethylene, sambungan rumah, regulator sektor, hingga kompor gas alam sudah tersedia dan siap pasang.
Meski mengapresiasi kecepatan proyek, Agung memberikan catatan tebal bagi pelaksana proyek (KSO Noorel – KSM). Ia mewanti-wanti agar spesifikasi teknis, terutama kedalaman penanaman pipa, benar-benar dipatuhi demi keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Lebih dari sekadar fisik bangunan, Agung menekankan pentingnya sisi humanis dalam proyek ini. Ia meminta petugas di lapangan aktif mengedukasi warga saat melakukan pendataan.
“Pada saat pendataan calon pelanggan, berikan informasi dan edukasi terkait manfaat penggunaan dan tarif Jargas. Jelaskan juga tata cara pembayaran dan sampaikan laporan bila terjadi kebocoran atau keadaan darurat,” pesan Agung menutup kunjungannya.
Sebagai informasi, pada tahun anggaran 2025-2026, pemerintah menargetkan pembangunan 115.264 Sambungan Rumah (SR) di 15 Kabupaten/Kota. Khusus untuk Kabupaten Kendal, alokasi yang diberikan mencapai 12.086 SR.
Langkah agresif ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, melakukan diversifikasi energi, sekaligus menekan ketergantungan negara terhadap impor LPG yang membebani anggaran.













