Wow Keren! Dari Belanda ke Hutan Mahakam: Delegasi Leiden University Bedah Sustainable Urbanism Bareng PHM

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Balikpapan, Kalimantam Timur, ruangenergi.com-Hutan mangrove di pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak riuh oleh diskusi akademis lintas benua pada Minggu (8/2/2026). Bukan sekadar kunjungan wisata, delegasi dari Leiden University, Belanda, jauh-jauh datang ke Desa Sepatin untuk melihat langsung bagaimana industri migas dan konservasi lingkungan bisa berjalan beriringan.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjadi tuan rumah bagi rombongan akademisi ini dalam agenda site visit ke Lapangan South Processing Unit (SPU) dan Hutan Pertamina (Tunu Inland).

Kunjungan ini bukan tanpa sebab. Dipimpin oleh Profesor Steffen Nijhuis, para mahasiswa pascasarjana Leiden University menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) dalam program prestisius LDE–UNMUL Thesis Lab. Mengusung tema besar “Sustainable Urbanism in East Kalimantan”, mereka turun ke lapangan untuk membedah bagaimana pembangunan berkelanjutan diterapkan di wilayah yang kaya sumber daya alam ini.

Profesor Irawan Wijaya dari Unmul turut mendampingi rombongan, memastikan sinergi antara perspektif akademisi lokal dan internasional.

Di lokasi, rombongan tidak hanya mendengar paparan di dalam ruangan. Mereka diajak melihat langsung “dapur” operasi hulu migas di processing area SPU. Diskusi pun mengalir interaktif, mulai dari standar keselamatan kerja yang ketat hingga strategi PHM menjaga lingkungan di tengah operasi raksasa mereka.

Namun, sorotan utama ada pada kunjungan ke kawasan mangrove di Desa Sepatin. Di sini, para mahasiswa melihat bukti nyata Program Pemberdayaan Lingkungan Hutan Pertamina. Area ini menjadi laboratorium hidup yang menunjukkan bagaimana perusahaan memberdayakan masyarakat sekaligus melestarikan ekosistem pesisir.

“Kami sangat menghargai kesempatan ini. Momen seperti ini menjadi fondasi bagi dialog terbuka dan kolaborasi yang berdampak antara universitas dan industri untuk keberlanjutan,” ujar Prof. Steffen Nijhuis, mengapresiasi transparansi dan keterbukaan PHM.

Bagi PHM, kedatangan tamu jauh ini adalah momentum emas. Site Manager SPU, Billy Sunyoto, menegaskan bahwa operasi migas masa kini tidak melulu soal produksi, tapi juga soal harmoni dengan alam.

“PHM tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga bagaimana kami menciptakan nilai berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap interaksi ini menjadi ruang pembelajaran dua arah,” ungkap Billy.

Kunjungan ini menegaskan posisi PHM yang tidak menutup diri. Perusahaan justru membuka pintu lebar bagi institusi pendidikan nasional maupun internasional untuk melakukan riset, bertukar ide inovatif, dan mencari praktik terbaik dalam pengelolaan energi yang bertanggung jawab.

Bagi para mahasiswa Leiden dan Unmul, perjalanan ke Sepatin ini menjadi bukti bahwa teori sustainability di buku teks memang nyata dan sedang diperjuangkan di jantung Kalimantan.