Ambon, Maluku, ruangenergi.com — Langkah percepatan Proyek LNG Abadi Masela sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) kian menemukan momentumnya. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan hasil penting dari rapat perdana Tim Terpadu (Timdu) yang digelar di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Selasa (31/3/2026)
Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah Maluku bersama Forkopimda, manajemen SKK Migas, serta operator proyek, INPEX Masela Ltd.. Hadir pula perwakilan Kementerian ESDM dan para kepala daerah dari wilayah terdampak langsung proyek.
Rapat ini menjadi tonggak awal konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan daerah terhadap percepatan proyek LNG Abadi Masela—salah satu proyek energi terbesar di Indonesia timur.
Gubernur Maluku bersama jajaran Forkopimda, serta Bupati Maluku Barat Daya dan Bupati Kepulauan Tanimbar, secara tegas menyatakan komitmen penuh mendukung realisasi proyek tersebut. Dukungan ini mencakup pengamanan, koordinasi wilayah, hingga percepatan penyelesaian aspek sosial di lapangan.
Salah satu isu krusial yang menjadi fokus adalah penyelesaian kompensasi bagi masyarakat terdampak, khususnya terkait ganti rugi tanaman tumbuh. Penyelesaian aspek ini menjadi prasyarat penting sebelum proyek memasuki tahap groundbreaking.
“Proyek ini akan segera memasuki tahap pembangunan awal setelah seluruh proses penetapan ganti rugi selesai,” demikian disampaikan Djoko Siswanto dalam laporan tersebut dan diceritakan kepada ruangenergi.com.
Dalam rapat tersebut, Timdu menyepakati langkah konkret dengan mendorong INPEX segera menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan memiliki perizinan lengkap.
KJPP nantinya bertugas melakukan appraisal independen terhadap nilai ganti rugi tanaman tumbuh milik masyarakat. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar keputusan Timdu dalam menetapkan kompensasi yang adil dan transparan.
SKK Migas bahkan telah menginstruksikan secara langsung kepada INPEX agar proses penunjukan KJPP dapat diselesaikan dalam pekan ini.
Proyek LNG Abadi Masela selama ini dipandang sebagai game changer bagi pengembangan energi nasional, khususnya dalam mendorong produksi gas dan memperkuat posisi Indonesia di pasar LNG global.
Selain itu, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah Maluku, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan infrastruktur, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Djoko Siswanto menutup laporannya dengan optimisme tinggi dan ajakan kolaborasi seluruh pihak.
“Mohon doa agar semua proses berjalan lancar. Bersama kita bisa. Lifting naik: bisa, bisa, bisa,” ujarnya penuh semangat.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri, proyek Masela kini memasuki fase krusial yang akan menentukan realisasi investasi energi strategis Indonesia di kawasan timur.


