Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Di balik gugusan pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia ternyata menyimpan “harta karun” yang jauh lebih berharga daripada sekadar komoditas tambang. Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di bumi Nusantara mencapai angka yang fantastis, bahkan menyentuh ribuan gigawatt.
Berdasarkan kajian bertajuk “Beyond 443 GW: Indonesia’s Infinite Renewable Energy Potentials” yang dirilis oleh Institute for Essential Services Reform (IESR), Indonesia diprediksi memiliki total potensi energi bersih mencapai 7.879,4 GW pada skenario pertama, atau 6.811,3 GW pada skenario kedua. Angka ini jauh melampaui kebutuhan listrik nasional saat ini, menempatkan Indonesia sebagai calon pemain kunci transisi energi dunia.
Penyumbang terbesar dari angka raksasa tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tak main-main, potensinya diperkirakan mencapai 7.714,6 GW. Sebagai negara tropis yang disinari matahari sepanjang tahun, potensi ini menjadi modal utama bagi masa depan berkelanjutan Indonesia.
Selain matahari, berikut adalah rincian kekuatan energi bersih lainnya yang dimiliki Indonesia: Energi Angin (PLTB): Memiliki rentang potensi antara 19,8 hingga 106 GW. Energi Air (PLTMH): Pembangkit listrik tenaga mikro hidro menyumbang potensi hingga 28,1 GW. Biomassa (PLTBm): Pemanfaatan limbah organik ini diproyeksikan mampu menghasilkan 30,73 GW.
Data dari Badan Litbang Kementerian ESDM (P3TKEBTKE) juga memetakan sebaran potensi energi terbarukan di berbagai sektor operasional. Beberapa poin menarik di antaranya: Sampah Kota: Limbah yang sering dianggap masalah ternyata punya potensi energi sebesar 2.000 MW. Hidro Bendungan: Pemanfaatan bendungan untuk energi listrik mencapai potensi 95,00 MW. PLTS Terapung: Inovasi penempatan panel surya di atas permukaan air kini menjadi fokus pengembangan baru di tanah air.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menekankan bahwa pengelolaan yang tepat terhadap sumber daya alam ini akan memberikan dampak masif bagi kualitas hidup masyarakat. Bukan sekadar angka di atas kertas, potensi ini adalah tiket Indonesia menuju kemandirian energi dan lingkungan yang lebih bersih.
“Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi pengembangan EBT yang sangat besar,” tulis laporan tersebut. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah potensi luar biasa ini menjadi aliran listrik yang menerangi setiap rumah sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.












