Wow Keren! Kompresor Tiba, Pipa Cisem 2 Segera Rampung Triwulan I 2026

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Semarang, Jawa Tengah, ruangenergi.com-Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 sukses mendatangkan material long lead item yakni Gas Compressor. Kedatangan komponen krusial ini menjadi tonggak penting dalam menjaga jadwal penyelesaian proyek infrastruktur energi tersebut.

Kepastian tibanya material ini dikonfirmasi langsung melalui peninjauan lapangan oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, bersama Inspektur IV Kementerian ESDM, Bambang Utoro, di Temporary Laydown Area Tanjung Mas, Semarang, Kamis (18/12).

Agung menegaskan bahwa pengadaan kompresor ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Selain harus didatangkan dari luar negeri karena belum diproduksi di Indonesia, material ini memiliki risiko keterlambatan yang bisa berdampak fatal pada jadwal proyek.

“Compressor itu salah satu material long lead item, di mana tentu procurement-nya mempunyai tingkat risiko yang tinggi baik dari sisi pemenuhan spek maupun delivery. Karena nilainya cukup besar, kalau terlambat datang maka akan mempengaruhi progres pekerjaan secara signifikan,” jelas Agung, dikutip dari webiste Migas.

Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian ESDM, manajemen konstruksi, dan kontraktor pelaksana di lokasi bertujuan memastikan bahwa “jantung” dari operasional pipa gas ini benar-benar tiba di lokasi (on site) sebelum tahun 2025 berakhir.

Kompresor ini nantinya akan diinstalasi pada Onshore Receiving Facility (ORF) Station ESDM Semarang. Selain paket kompresor, sejumlah peralatan pendukung utama lainnya seperti Diesel Engine Generator Package dan Variable Frequency Driver juga telah tiba di Semarang pada 17 Desember 2025. Seluruh material langsung diinspeksi bersama untuk memastikan spesifikasi dan kelengkapannya sesuai kontrak.

Pipa Cisem Tahap 2 membentang sepanjang 245 km menghubungkan Batang (Jawa Tengah) hingga Kandang Haur Timur (Jawa Barat). Proyek ini berfungsi menyambungkan pasokan gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat guna mendukung kebutuhan industri, pembangkit listrik, hingga rumah tangga.

Agung menutup peninjauan dengan optimisme bahwa proyek ini akan tuntas tepat waktu.

“Kami dari Kementerian ESDM akan terus memantau dan mengawasi progres pelaksanaan kegiatan guna memastikan mechanical completion sesuai dengan mutu, waktu, dan spesifikasi yang ditetapkan, yakni di Triwulan I tahun 2026,” pungkasnya.