Wow Keren! Pertamina EP Garap Fasilitas Gas Baru di Cilamaya Utara

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Subang, Jawa Barat, ruangenergi.com-PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU).

Prosesi first cutting ceremony yang digelar di workshop fabricator di Cikarang, Jawa Barat, menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas yang akan memperkuat pasokan energi nasional, khususnya dari wilayah Subang dan sekitarnya.

Tahapan ini diawali dengan first cut of steel untuk memulai pekerjaan fabrikasi Dehydration Unit (DHU) dan gas scrubber, dua komponen vital dalam peningkatan kapasitas pemrosesan gas Lapangan Bambu Merah.

Proyek ini merupakan bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan yang telah mengantongi persetujuan Authorization for Expenditure (AFE) dari SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah ada di SP CLU. Nantinya, produksi minyak dari lapangan ini akan dialirkan ke Booster Station (BS) Cilamaya, sementara gas akan diproses hingga memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan gas dari lapangan lain.

Untuk menjaga aspek lingkungan, air terproduksi akan dikelola melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU dan diinjeksi kembali ke sumur-sumur injeksi.

Secara keseluruhan, struktur Bambu Merah diproyeksikan mampu menghasilkan produksi puncak 8 MMSCFD gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) atau setara 292,5 BOPD secara neto.

Fasilitas utama yang dikembangkan meliputi: Gas scrubber kapasitas 8 MMSCFD. Dehydration Unit (DHU) kapasitas 9 MMSCFD. Tiga unit gas compressor, masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD. Serta fasilitas pendukung lainnya

Manager Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menyebut tahap fabrikasi ini sebagai tonggak penting bagi proyek Bambu Merah.

“Tahap fabrikasi ini merupakan momen krusial. Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal utama untuk mencapai target operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/1/2026),  diterima ruangenergi.com.

Hal senada disampaikan Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi. Menurutnya, proyek ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.

“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara adalah wujud komitmen kami dalam mendukung pasokan energi nasional secara berkelanjutan. Setiap tahap dikerjakan sesuai prinsip HSSE dan tata kelola yang baik, dengan koordinasi intensif bersama SKK Migas dan pemangku kepentingan,” katanya.

Pekerjaan fabrikasi dilaksanakan oleh PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi 280 hari kalender, terhitung sejak 5 Desember 2025. Paket DHU dijadwalkan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026, untuk kemudian memasuki tahap konstruksi dan commissioning selama dua bulan.

Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas ini dapat startup/onstream pada November 2026, sekaligus memperkuat kontribusi migas domestik bagi ketahanan energi Indonesia.