Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Istana Negara dijadwalkan menjadi saksi penting babak baru tata kelola energi nasional. Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan melantik jajaran Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 dalam sebuah upacara resmi yang sarat makna strategis.
Informasi yang didapat ruangenergi.com, pelantikan ini menandai keseriusan pemerintah dalam memperkuat arah kebijakan energi nasional di tengah tekanan global—mulai dari transisi energi bersih, fluktuasi harga energi, hingga tuntutan ketahanan energi jangka panjang. Komposisi DEN kali ini dinilai unik karena menghadirkan kombinasi akademisi, praktisi industri, teknolog, pegiat lingkungan, hingga perwakilan konsumen.
Berdasarkan penetapan resmi DPR, berikut delapan anggota DEN periode 2026–2030 yang akan mengemban mandat strategis tersebut:
Unsur Akademisi
-
Johni Jonatan Numberi
-
Mohammad Fadhil Hasan
Unsur Industri
-
Satya Widya Yudha
-
Sripeni Inten Cahyani
Unsur Teknologi
-
Unggul Priyanto
Unsur Lingkungan Hidup
-
Saleh Abdurrahman
Unsur Konsumen
-
Muhammad Kholid Syeirazi
-
Surono
Dengan latar belakang yang beragam—dari ruang kelas kampus hingga lantai kebijakan industri—DEN diharapkan mampu merumuskan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang lebih adaptif dan membumi. Kehadiran mantan praktisi industri dipandang penting untuk menjaga realisme kebijakan, sementara perspektif akademisi dan lingkungan hidup menjadi penyeimbang agar arah energi nasional tetap berkelanjutan.
Pelantikan oleh Presiden Prabowo sendiri memberi sinyal kuat bahwa isu energi akan menjadi salah satu pilar utama pemerintahan ke depan. Di tengah ambisi swasembada energi dan percepatan transisi energi, DEN periode 2026–2030 diharapkan tak sekadar menjadi lembaga penasihat, melainkan motor strategis yang memastikan kebijakan energi Indonesia tahan uji—baik secara ekonomi, teknologi, maupun lingkungan.












