Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Insiden kebocoran dan kebakaran pipa gas Transgasindo Indonesia (TGI) yang berdampak pada hilangnya produksi minyak nasional menjadi alarm serius bagi industri hulu migas. Merespons kejadian itu, SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan transporter pipa migas di wilayah tersebut.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Departemen Operasi SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, kepada para operator dan pengelola jalur pipa minyak dan gas di kawasan Sumbagsel. Fokus utamanya: meningkatkan kewaspadaan terhadap integritas dan keandalan pipa penyalur migas.
“Peristiwa kebocoran dan terbakarnya pipa gas TGI dari wilayah Sumbagsel menuju Duri Line telah memberikan dampak signifikan terhadap produksi nasional. Kejadian ini tidak boleh terulang,” demikian penekanan dalam surat tersebut seperti yang dibaca ruangenergi.com.
Delapan Langkah Pencegahan
Dalam imbauannya, SKK Migas Sumbagsel meminta KKKS dan transporter untuk melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain:
- Perawatan rutin dan non-rutin pada jalur pipa guna menjaga keandalan dan mencegah kegagalan sistem.
- Monitoring kinerja pipa secara berkala, agar potensi masalah dapat terdeteksi sejak dini.
- Program peremajaan dan penggantian pipa yang sudah direkomendasikan, dengan skala prioritas yang jelas.
- Pemanfaatan teknologi deteksi dini kebocoran, sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko.
- Penguatan komunikasi informal dan berkala antar pihak terkait bila muncul kondisi abnormal di lapangan.
- Pelaksanaan ILI/Intelligent Pigging, untuk memantau kondisi internal pipa secara akurat.
- Peningkatan pengamanan dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan di sekitar jalur pipa.
- Penegakan aspek HSSE, demi memastikan operasional migas aman bagi lingkungan dan masyarakat.
SKK Migas menegaskan bahwa integritas pipa bukan hanya isu teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan produksi nasional, keselamatan publik, dan perlindungan lingkungan. Dengan banyaknya jalur pipa strategis yang melintasi wilayah Sumatera Bagian Selatan, potensi risiko harus dikelola secara disiplin dan konsisten.
“Diharapkan seluruh KKKS dan transporter dapat menjadikan imbauan ini sebagai perhatian serius dan melaksanakannya sebaik-baiknya,” tulis SKK Migas dalam penutup surat.
Langkah preventif ini diharapkan mampu memperkuat sistem penyaluran migas nasional sekaligus mencegah terulangnya insiden yang dapat merugikan negara dan masyarakat luas.













