kementerian esdm

Dirjen Migas: Tidak Ada Laporan Perubahan Saham CPGL

Jakarta,ruangenergi.comDirektorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memastikan hingga kini belum menerima pemberitahuan terkait terjadinya pergantian kepemilikan saham (proses farm in-farm out) di blok Corridor yang dioperasikan Conocophillips (Grissik) Ltd/CPGL.

Hal ini disampaikan Dirjen Migas Tutuka Ariadji ketika menjawa pertanyaan ruangenergi.com, apakah Ditjen Migas sudah mendapatkan laporan terjadinya pergantian kepemilikan saham tersebut?

“Tidak ada,” kata Tutuka Ariadji singkat,Kamis (16/09/2021) di Jakarta.

Terpisah Divisi Perencanaan Eksplorasi SKK Migas Shinta Damayanti mengingatkan bahwa proses Farm in-Farm Out harus disetujui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

Farm in itu harus disetujui mentri.Proses evaluasi nya di migas untuk disetujui menteri,” papar Shinta kepada ruangenergi.com.

Dalam catatan ruangenergi.com,persaingan memiliki saham di dalam blok Corridor yang dioperasikan oleh Conocophillips (Grissik) Limited/CPGL,dikabarkan dimenangkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

BACA JUGA  Pemerintah Berhasil Hentikan Penambangan Minyak Bumi Ilegal di Jambi

Kepastian pemenang,dikabarkan dilansir oleh pemegang saham CPGL. Medco dikabarkan berhasil menyisihkan pesaingnya, yakni Repsol.

“Penetapan pemenang dilakukan share holder CPGL kemarin (13/09/2021) dan memilih PT Medco Energi Internasional Tbk sebagai pemegang partisipasi block Corridor,” kata sumber ruangenergi.com,Selasa (14/09/2021) di Jakarta

Baik Conocophillips maupun Medco tidak memberikan jawaban ketika dikonfirmasi tersebut.

Ruangenergi.com mendapatkan kabar berita bahwa Christine Lloyd,Presiden Direktur and General Manager ConocoPhillips  Indonesia,berada di Amerika Serikat patut diduga melaporkan hal peralihan saham ini ke kantor pusat Conoco di Houston,Texas,Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *