SKK Migas Tancap Gas EOR, Lapangan Meruap Siap Dongkrak Produksi 15 Persen

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jambi, ruangenergi.com – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan pelaksanaan Enhanced Oil Recovery (EOR) field trial berupa injeksi kimia surfaktan produksi dalam negeri di Lapangan Meruap, Kabupaten Sorolangun, Jambi.

Uji coba lapangan yang dilaksanakan pada 1 Maret 2026 itu berjalan lancar, aman, dan selamat. Injeksi kimia secara simbolis ditandai dengan pemencetan tombol oleh Kadiv EOR SKK Migas Ari Iskandar, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Yunianto, Senior Manager Pertamina EP Asrin Sarsono, serta Direktur Utama PT Samudra Energy BWP Meruap Pantja Sunu Wibowo.

Djoko Siswanto menyampaikan optimisme bahwa dampak peningkatan produksi diperkirakan mulai terlihat dalam waktu sekitar tiga bulan pasca-injeksi.

“Dengan estimasi tersebut, anggapan bahwa implementasi EOR selalu memakan waktu lama akan terpatahkan dengan sendirinya,” ujarnya dalam laporan resmi kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri, dan jajaran Komwas SKK Migas, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Target kenaikan produksi dari program ini dipatok sekitar ±15 persen, sebuah angka signifikan bagi lapangan yang telah memasuki fase tertiary recovery.

Lapangan Meruap saat ini tergolong lapangan mature, dengan tantangan klasik berupa penurunan tekanan reservoir dan peningkatan water cut. Untuk menjawab tantangan tersebut, diterapkan injeksi surfaktan pada 16 sumur, terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi.

Dua pola sumur (pattern M-15 dan M-47) menggunakan surfaktan dalam negeri Starborn SeMAR, sementara satu pola lainnya (M-07) memakai RCT A-127—keduanya merupakan produk nasional.

Langkah ini bukan sekadar uji teknis, tetapi juga penegasan komitmen terhadap penggunaan bahan kimia produksi dalam negeri dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PT Samudra Energy BWP Meruap, Pantja Sunu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh SKK Migas sejak tahap perencanaan hingga eksekusi.

“Dukungan SKK Migas menjadi motivasi dan suntikan semangat bagi seluruh tim untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Proyek ini menjadi field trial pertama di area Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Pertamina EP, dan diharapkan menjadi model pengembangan EOR maupun Improved Oil Recovery (IOR) di lapangan-lapangan sejenis.

Djoko menegaskan, pelaksanaan field trial ini akan menjadi contoh bagi KKKS lain untuk mempercepat implementasi EOR dan extended stimulation yang telah diprogramkan agar lebih masif.

“Program EOR untuk KKKS lainnya akan kami instruksikan agar dipercepat pelaksanaannya,” tegasnya.

Sejalan Arah Kebijakan Pemerintah

Keberhasilan injeksi kimia di Meruap menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting, terutama di tengah tantangan penurunan alamiah produksi nasional.

Dengan semangat kolaborasi antara regulator dan kontraktor, serta dukungan teknologi kimia dalam negeri, Lapangan Meruap kini menjadi simbol optimisme baru.

Doa pun dipanjatkan agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan selamat, serta mampu menghasilkan kenaikan produksi sesuai harapan.

Lifting naik? BISA!