Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari hulu migas nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam dalam mengaktifkan dua sumur baru di proyek strategis Sisi Nubi, wilayah kerja Mahakam.
Dalam laporan resminya,dan diceritakan kembali kepada ruangenergi.com, Djoko menyampaikan bahwa dua sumur di Platform WPN-7 kini telah mulai berproduksi dan menunjukkan performa awal yang menjanjikan.
Sumur NB-701 mulai onstream pada 23 Maret 2026 dengan produksi awal mencapai 8,2 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Selang beberapa hari, tepatnya 27 Maret 2026, sumur NB-702 menyusul onstream dengan produksi awal lebih tinggi, yakni 11,95 MMscfd.
“Total produksi awal dari dua sumur di WPN-7 telah mencapai sekitar 20 MMscfd dan masih terus dimonitor untuk potensi peningkatan,” ujar Djoko.
Capaian ini memperkuat tren positif pengembangan lapangan Sisi Nubi. Sebelumnya, dua platform baru lainnya juga telah lebih dulu berproduksi, yakni WPS4 dengan kontribusi 29,4 MMscfd dari sumur SS-401 dan SS-406, serta WPS5 sebesar 21,4 MMscfd dari sumur SS-504 dan SS-505.
Dengan tambahan dari WPN-7, saat ini tiga dari enam platform baru dalam proyek Sisi Nubi telah beroperasi. Sementara itu, dua platform lainnya masih dalam tahap pemboran, dan satu platform tengah menunggu kedatangan rig.
Secara keseluruhan, proyek pengembangan enam platform ini ditargetkan mampu menyumbang produksi gas sebesar 160 hingga 180 MMscfd, dengan harapan seluruhnya dapat beroperasi penuh paling lambat pada semester pertama tahun ini.
Djoko juga menyampaikan optimisme terhadap tahap lanjutan pemboran. Enam sumur berikutnya yang akan digarap di tiga platform tersisa diharapkan mampu menghasilkan 20–30 MMscfd per sumur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan operasi.
“Mohon doa dan dukungan agar seluruh proses berjalan lancar, aman, dan memberikan hasil optimal bagi ketahanan energi nasional,” tuturnya.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya peningkatan lifting migas nasional terus berada di jalur yang positif. Sinergi antara SKK Migas dan Pertamina kembali menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Dengan semangat kolaborasi, industri hulu migas Indonesia terus menggaungkan optimisme: lifting naik, energi terjaga, dan target produksi bukan sekadar wacana.

