Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com – Sektor hulu migas nasional mencatat capaian penting dengan selesainya proses komisioning pabrik LNG onshore terbesar di Pulau Jawa. Fasilitas yang memanfaatkan pasokan gas bumi dari Lapangan Gas Sumber di Jawa Timur tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi penuh.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa seluruh rangkaian komisioning telah berlangsung dengan aman, lancar, dan selamat.
Pabrik tersebut dirancang untuk memproduksi LNG hingga ratusan ton per hari, LPG puluhan metrik ton per hari, serta kondensat sekitar 500 barel minyak per hari (BOPD). Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus memperkuat pasokan energi nasional.
Menurut Djoko, pengembangan Lapangan Gas Sumber merupakan salah satu proyek yang telah melalui proses panjang sebelum akhirnya mencapai tahap produksi. Bersamaan dengan itu, Lapangan Gas Wain di Kalimantan Timur juga telah menyelesaikan tahapan pengembangannya dan siap memasuki fase operasional.
“Kedua proyek ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi gas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Djoko dalam laporannya, Kamis (11/6/2026), diceritakan kepada ruangenergi.com
Saat ini, proses menuju peresmian masih menunggu penyelesaian izin pengolahan dan niaga LNG serta LPG dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan terpenuhi, kedua proyek tersebut direncanakan dapat segera diresmikan.
Beroperasinya Lapangan Gas Sumber dan Lapangan Gas Wain diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Selain meningkatkan pasokan gas nasional, proyek-proyek tersebut juga berpotensi mendukung pengurangan impor energi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan penerimaan negara.
SKK Migas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan kedua proyek tersebut, termasuk pemerintah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), regulator, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dengan selesainya tahapan komisioning dan mendekati fase operasi penuh, kedua proyek ini menjadi tambahan penting bagi portofolio produksi migas nasional dalam mendukung target peningkatan lifting minyak dan gas bumi Indonesia.

