Luar Biasa! PT Timah Tebar Dividen Rp656,8 Miliar, Separuh Laba Dibagikan ke Pemegang Saham

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Timur, Jakarta, ruangenergi.com-PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan tajinya. Di tengah dinamika industri tambang global, emiten timah pelat merah ini memutuskan membagikan dividen jumbo sebesar Rp656,8 miliar kepada pemegang saham, atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,31 triliun.

Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Jumat (12/6). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan masih solid menjaga profitabilitas sekaligus memberi apresiasi kepada investor. Sisa laba bersih sebesar Rp656,8 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk menopang ekspansi bisnis dan memperkuat struktur keuangan perseroan.

Sepanjang 2025, Timah membukukan pendapatan Rp11,55 triliun, naik 6,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp10,86 triliun. Tak hanya itu, laba usaha juga melonjak hingga Rp1,91 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp2,76 triliun—angka yang menunjukkan mesin bisnis perusahaan masih bergerak kencang.

Dari sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 18.635 ton Sn, sementara produksi logam timah menyentuh 17.815 metrik ton. Penjualan logam timah sendiri tercatat sebesar 16.634 metrik ton. Angka-angka ini memperlihatkan bagaimana perusahaan mampu menjaga ritme produksi di tengah tantangan pasar global.

Direktur Utama PT Timah Tbk Restu Widiyantoro menegaskan, pembagian dividen ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan keberhasilan strategi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing.

Memasuki 2026, prospek industri timah dinilai makin cerah. Permintaan global diperkirakan terus meningkat, terutama dari industri solder yang menopang hampir 50 persen konsumsi timah dunia. Pertumbuhan sektor semikonduktor, ekspansi pusat data, hingga geliat kecerdasan buatan (AI) menjadi katalis utama kenaikan kebutuhan logam ini.

Untuk menangkap peluang tersebut, Timah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari akselerasi produksi, optimalisasi cadangan, transformasi digital, penguatan prinsip ESG, hingga efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis.

Tak hanya membahas dividen, RUPST juga menetapkan perubahan susunan pengurus. Manajemen baru diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing di industri pertambangan yang semakin kompetitif.

Dengan pembagian dividen besar dan prospek bisnis yang tetap menjanjikan, Timah tampaknya ingin mengirim pesan tegas ke pasar: perusahaan masih berada di jalur pertumbuhan dan siap melanjutkan momentum positif di 2026.