Dari Manual ke Real-Time, Patra Logistik Digitalisasi 9,7 Juta Liter Stok BBM Hulu Migas

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Berikut versi berita bergaya jurnalistik populer yang lebih mengalir, menarik, dan layak tayang di media bisnis/energi:

Patra Logistik Digitalisasi Stok BBM Hulu Migas Kalimantan, Kelola 9,7 Juta Liter per Tahun

PT Patra Logistik terus memperkuat transformasi digital di sektor logistik energi nasional. Terbaru, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini sukses mengimplementasikan sistem digitalisasi Vendor Held Stock (VHS) untuk pengelolaan stok bahan bakar minyak (BBM) operasional lapangan hulu migas di Kalimantan.

Sistem yang mulai berjalan pada akhir 2025 itu menjadi bagian dari layanan yang dipercayakan PT Pertamina Patra Niaga kepada Patra Logistik guna mendukung aktivitas operasional Pertamina EP di wilayah Kalimantan.

Hasil evaluasi operasional sepanjang Januari hingga Maret 2026 menunjukkan capaian yang signifikan. Seluruh wilayah layanan—mulai dari Sanga-Sanga, Sangatta, Tanjung, Tarakan, hingga Bunyu—mencatat tingkat kesesuaian data stok mencapai 100 persen antara sistem pelaporan digital dan kondisi riil di lapangan.

Tak tanggung-tanggung, Patra Logistik saat ini mengelola lebih dari 9,7 juta liter BBM per tahun di lima wilayah kerja tersebut. Pasokan energi itu menjadi tulang punggung operasional eksplorasi dan produksi migas, termasuk untuk alat berat, genset, hingga kendaraan operasional di lokasi pengeboran.

Sebelum sistem digital ini diterapkan, proses pencatatan dan rekonsiliasi stok masih dilakukan secara manual di masing-masing lokasi. Kondisi tersebut dinilai memakan waktu lebih lama dan membuka peluang terjadinya ketidaksesuaian data antarwilayah.

Kini, melalui digitalisasi VHS, seluruh pergerakan stok BBM dapat dipantau secara terintegrasi dalam satu platform. Langkah ini memungkinkan proses monitoring berjalan lebih cepat, akurat, dan efisien.

Area Manager Region Kalimantan Patra Logistik, Soleh Ridwan, mengatakan sistem ini telah membawa perubahan nyata dalam operasional lapangan.

“Dengan sistem ini, kami tidak lagi mengelola data stok secara manual di setiap lokasi. Semua terpantau real-time, dan kami bisa memastikan pasokan BBM untuk operasional pelanggan berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi & Pemasaran Patra Logistik, Joko Priyambodo, menegaskan bahwa digitalisasi VHS bukan sekadar inovasi sesaat, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Digitalisasi VHS adalah bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada Pertamina Patra Niaga. Sistem ini akan menjadi backbone pengelolaan stok energi yang kami terapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasional Patra Logistik,” kata Joko.

Ke depan, Patra Logistik berencana memperluas implementasi sistem digital VHS ke wilayah operasional lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat kapabilitas logistik energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi dan akurasi distribusi energi di sektor hulu migas.