Produksi PHE Tembus 1 Juta BOEPD, Temuan Cadangan Baru Perkuat Energi Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com — Di tengah tantangan menjaga pasokan energi nasional, PT Pertamina Hulu Energi mencatat tonggak penting sepanjang 2025. Anak usaha hulu PT Pertamina (Persero) itu sukses mempertahankan produksi minyak dan gas di atas level psikologis 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), sekaligus mengamankan temuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar barel setara minyak.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6), produksi migas PHE hingga akhir Desember 2025 tercatat mencapai 1,032 juta BOEPD. Angka itu terdiri dari produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari (BOPD) dan gas 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa PHE masih menjadi tulang punggung produksi migas nasional di tengah tren penurunan alami sumur tua.

Untuk menjaga level produksi, PHE menjalankan operasi besar-besaran sepanjang tahun lalu. Sebanyak 887 sumur eksploitasi berhasil dibor, disertai 1.288 workover dan 37.266 well service. Skala kerja ini menunjukkan agresivitas perusahaan dalam menjaga stabilitas lifting nasional.

Tak hanya fokus pada produksi eksisting, PHE juga tancap gas di sektor eksplorasi—kunci menjaga umur panjang cadangan energi Indonesia. Sepanjang 2025, PHE menyelesaikan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, serta seismik 3D seluas 855 kilometer persegi.

Hasilnya cukup signifikan: perusahaan mencatat penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 MMBOE. Porsi terbesar datang dari temuan Migas Non-Konvensional (MNK) di Pertamina Hulu Rokan, dengan kontribusi mencapai 724,22 juta barel minyak.

Temuan ini mempertegas potensi besar cekungan domestik, khususnya untuk pengembangan energi non-konvensional yang kini mulai menjadi fokus baru industri migas Indonesia.

Di sisi cadangan, PHE juga menambah cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE, salah satunya lewat strategi merger dan akuisisi (M&A). Kontribusi datang dari aset internasional, termasuk proyek MLN Phase 5 di Blok 405a, Algeria.

Secara finansial, kinerja PHE juga tetap solid dengan membukukan laba bersih USD2,175 miliar sepanjang 2025.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, mengatakan capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi jangka pendek dan keberlanjutan cadangan jangka panjang.

“Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh entitas afiliasi PHE, mulai dari Regional Sumatera, Jawa, Kalimantan, Indonesia Timur, hingga operasi internasional, termasuk Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Services Indonesia.

Ke depan, PHE menegaskan akan terus mendorong inovasi teknologi, efisiensi operasi, dan pengembangan sumber daya secara berkelanjutan untuk mendukung target produksi nasional.

Di tengah dorongan transisi energi, langkah agresif PHE ini menjadi penanda bahwa migas masih akan memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia—setidaknya untuk satu dekade ke depan.