Catat Ya, PHE Pecahkan Rekor Dunia! Tambah Area Eksplorasi Terbesar, Kejar Cadangan Migas Baru Indonesia

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) semakin agresif memperluas “ladang masa depan” demi menjaga ketahanan energi nasional.

Di tengah tantangan kebutuhan energi yang terus meningkat dan penurunan produksi alami dari lapangan-lapangan tua, PHE memilih tancap gas memperbesar portofolio eksplorasi melalui akuisisi wilayah kerja baru dan kolaborasi dengan perusahaan migas kelas dunia.

Langkah tersebut bukan sekadar strategi bisnis, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia memiliki pasokan minyak dan gas yang berkelanjutan. Dalam lima tahun terakhir, PHE aktif membuka peluang penemuan cadangan baru melalui Joint Study (JS) dan ekspansi wilayah eksplorasi, baik di dalam maupun luar negeri.

Data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menunjukkan PHE menjadi perusahaan dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia. Hingga Juli 2026, perusahaan telah mengantongi 12 Joint Study, terdiri atas 10 studi yang masih berjalan, satu telah selesai, dan satu lainnya menunggu persetujuan pemerintah.

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah raksasa energi dunia seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside. Kerja sama juga diperluas ke Malaysia melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) bersama Management Petroleum Malaysia (MPM).

Sinergi internasional ini menjadi ajang berbagi teknologi, keahlian, dan pengalaman untuk mengidentifikasi cekungan migas baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan energi Indonesia di masa depan. Kepercayaan para perusahaan global tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa PHE semakin diakui sebagai National Oil Company (NOC) yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Tak hanya memperkuat kolaborasi, PHE juga berhasil menambah sembilan wilayah kerja eksplorasi baru sepanjang 2023–2026. Delapan berada di Indonesia, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang, serta satu blok di Malaysia, yaitu SK-510.

Di seluruh wilayah kerja baru tersebut, PHE telah menyiapkan berbagai program eksplorasi, mulai dari studi geologi dan geofisika, akuisisi data seismik hingga pemboran eksplorasi. Seluruh kegiatan itu diarahkan untuk mempercepat penemuan cadangan migas baru sebagai penopang produksi nasional pada masa mendatang.

Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, menegaskan bahwa eksplorasi merupakan investasi strategis yang menentukan masa depan industri hulu migas Indonesia.

“Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Asep.

Kinerja agresif tersebut juga mendapat pengakuan dunia. Berdasarkan data S&P Global 2026 untuk periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi.

Luas ekspansi tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional ternama seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, hingga Sinopec. Prestasi ini menempatkan PHE sebagai salah satu motor utama pencarian cadangan migas baru di tingkat global.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi PHE terhadap agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi melalui peningkatan eksplorasi, penemuan cadangan baru, dan penguatan kapasitas produksi nasional.

Ke depan, PHE memastikan akan terus memperluas portofolio wilayah kerja eksplorasi maupun produksi di Indonesia dan luar negeri. Dengan mengandalkan inovasi teknologi, kolaborasi global, serta prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik, perusahaan optimistis mampu menjadi penggerak utama menuju kedaulatan energi Indonesia.