Bojengoro, ruangenergi.com – Menjaga produksi minyak dari lapangan yang telah lama beroperasi bukanlah pekerjaan mudah. Seiring bertambahnya usia sumur, penurunan produksi menjadi tantangan alamiah yang dihadapi hampir seluruh industri migas dunia. Kondisi serupa juga terjadi di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
Namun, tantangan itu dijawab ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan menghadirkan teknologi cerdas yang mampu menjaga produksi tetap stabil, aman, dan efisien. Salah satu inovasi terbarunya adalah Dynamic Matrix Control (DMC), sebuah sistem digital yang menjadi implementasi pertama di Indonesia pada skala lapangan migas penuh.
DMC mengubah cara pengoperasian fasilitas produksi di Central Processing Facility (CPF). Jika sebelumnya pengaturan produksi masih banyak mengandalkan intervensi operator secara manual, kini sistem mampu menganalisis data secara real-time, memprediksi perubahan kondisi operasi, sekaligus melakukan penyesuaian secara otomatis.
Dengan teknologi tersebut, proses produksi menjadi jauh lebih stabil. Fluktuasi dapat ditekan, sementara keseimbangan komposisi minyak, gas, dan air dapat dijaga secara optimal sehingga potensi produksi lapangan dapat dimaksimalkan.
Tak hanya meningkatkan efisiensi, DMC juga berperan penting dalam menjaga keselamatan operasi. Sistem memastikan seluruh proses berlangsung dalam batas operasi yang aman tanpa memberikan beban berlebih pada peralatan. Berkurangnya kebutuhan penyesuaian manual juga membuat operator dapat lebih fokus melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan strategis.
Inovasi EMCL tidak berhenti di situ. Untuk mengoptimalkan produksi dari sumur-sumur yang telah menua, perusahaan juga menerapkan teknologi Low Dosage Acid (LDA) dan Gas Shut-Off (GSO).
LDA bekerja dengan menginjeksikan cairan asam dalam dosis rendah untuk memperbaiki aliran fluida tanpa merusak formasi reservoir. Sementara itu, GSO digunakan untuk mengendalikan produksi gas yang berlebihan sehingga aliran minyak tetap dapat dipertahankan pada tingkat yang optimal.
Kombinasi berbagai teknologi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital kini menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas lapangan migas yang telah matang. Melalui pemanfaatan sistem cerdas seperti DMC, ExxonMobil Cepu Limited membuktikan bahwa inovasi mampu memperpanjang umur produktif lapangan sekaligus mendukung pasokan energi nasional secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan penurunan produksi alami pada lapangan migas tua, penerapan teknologi modern menjadi bukti bahwa efisiensi dan inovasi merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.


