Lisdes dan BPBL Perluas Akses Listrik hingga Desa Kanuna Sigi

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Sigi, ruangenergi.com — Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Kehadiran kedua program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), Ibu Wakil Presiden Selvi Gibran Rakabuming, bersama Ketua Bidang 4 SERUNI Kabinet Merah Putih, Sri Suparni Bahlil, meninjau pelaksanaan Program Lisdes dan BPBL di Desa Kanuna, Kamis (3/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sri Suparni Bahlil menyampaikan bahwa akses listrik merupakan salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap pelaksanaan Program Lisdes dan BPBL yang dijalankan Kementerian ESDM dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah sudah terpasang di rumah Bapak Iki dan harapannya program ini bisa berkelanjutan sampai ke depannya,” ujar Sri Bahlil.

Infrastruktur Listrik Dibangun Melalui Lisdes

Program Lisdes menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas jangkauan infrastruktur ketenagalistrikan ke wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan akses listrik.

Di Desa Kanuna, melalui Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025, telah dibangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 0,73 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3,79 kms, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut kemudian dilengkapi dengan Program BPBL. Jika Lisdes berfokus pada perluasan infrastruktur jaringan listrik, BPBL memberikan bantuan penyambungan listrik kepada rumah tangga penerima manfaat agar dapat menikmati listrik secara langsung di rumah.

Di Sulawesi Tengah, sebanyak 3.100 rumah tangga masuk dalam sebaran calon penerima BPBL Tahun 2026.

Berdasarkan data per 28 Agustus 2026, progres penetapan tahap I hingga IV telah mencapai 1.625 rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.457 rumah tangga sedang dalam proses pemasangan, sedangkan 168 rumah tangga telah menyala.

Khusus di Desa Kanuna, Program BPBL menyasar 52 rumah tangga. Hingga saat ini, sebanyak 32 rumah tangga telah menyala dan 20 rumah tangga lainnya masih dalam proses pemasangan.

Lisdes dan BPBL Berjalan Beriringan

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Andriah Feby Misna menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur melalui Lisdes perlu berjalan beriringan dengan Program BPBL.

Menurutnya, pembangunan jaringan memungkinkan listrik menjangkau wilayah yang sebelumnya belum terlayani. Sementara itu, BPBL membantu masyarakat memperoleh akses listrik hingga ke rumah masing-masing.

“Melalui Program Lisdes dan BPBL, pemerintah terus memperluas akses listrik hingga ke pelosok agar manfaat listrik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di rumahnya,” ujar Feby.

Kunjungan ke Desa Kanuna juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain akses listrik, dilakukan pula penyediaan sanitasi toilet dan sambungan air minum. Dukungan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyediaan sarana sanitasi dan air bersih di Desa Kanuna.

Melalui sinergi Program Lisdes, BPBL, serta pemenuhan infrastruktur dasar lainnya, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hadirnya listrik hingga ke pelosok Indonesia bukan sekadar membawa terang, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif dan sejahtera.