Perluas Kolaborasi ke Mining, Oil & Gas, Metallurgy & Construction untuk Memperkuat Hilirisasi dan Penguasaan IPTEK Nasional

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Setelah sukses menyelenggarakan Innovation & Engineering Business Matching 2026 Gelombang Pertama yang berfokus pada ekosistem Renewable Energy, Data Center & Battery Industry, TENDER INDONESIA bersama Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali melanjutkan program tersebut melalui Gelombang Kedua.

Kegiatan ini didukung PAMERINDO Indonesia dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026. Gelombang Kedua akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta — New Hall & Hall D1, Business Matching Lounge, pada 10–11 September 2026, pukul 13.30–15.30 WIB.

Pada Gelombang Kedua, cakupan kolaborasi diperluas ke empat sektor strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan agenda industrialisasi dan hilirisasi nasional:

MINING • OIL & GAS • METALLURGY • CONSTRUCTION

Perluasan sektor ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi engineering lintas industri secara berkelanjutan, bukan sekadar penyelenggaraan business matching.

DARI BUSINESS MATCHING MENUJU EKOSISTEM INOVASI INDUSTRI

Gelombang Pertama mempertemukan pelaku industri, peneliti, technology provider, dan perusahaan engineering dalam ekosistem:

Renewable Energy → Data Center → Battery Energy Storage → Technology & Engineering

Sementara itu, Gelombang Kedua memperluas mata rantai tersebut menjadi:

Mining → Mineral Processing → Metallurgy → Industrial Equipment → Oil & Gas → Drilling → EPC → Steel Fabrication → Construction

Dengan pendekatan ini, Innovation & Engineering Business Matching diarahkan untuk membangun hubungan yang semakin kuat antara riset, teknologi, kebutuhan industri, kemampuan engineering nasional, supply chain, dan peluang proyek.

HILIRISASI HARUS DIIKUTI PENGUASAAN IPTEK

Menuju Indonesia Emas 2045, hilirisasi tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya fasilitas pengolahan dan meningkatnya nilai tambah sumber daya alam.

Hilirisasi juga harus menghasilkan transfer pengetahuan, peningkatan kompetensi engineer, penguasaan teknologi, tumbuhnya manufaktur nasional, berkembangnya supply chain domestik, serta semakin besarnya keterlibatan perusahaan nasional dalam proyek-proyek strategis.

Indonesia tidak boleh selamanya hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi.

Pelaku nasional perlu semakin mampu menjadi technology developer, engineering company, manufacturer, solution provider, serta bagian utama dari industrial supply chain.

Karena itu, dibutuhkan jembatan yang mempertemukan:

RESEARCH → INDUSTRIAL PROBLEM → TECHNOLOGY → ENGINEERING → PROJECT → COMMERCIALIZATION

Innovation & Engineering Business Matching dikembangkan untuk menjadi salah satu jembatan tersebut.

WAVE 2 — MINING, METALLURGY & ENGINEERING

Kamis, 10 September 2026 | 13.30–15.30 WIB

Pertemuan hari pertama membangun mata rantai:

Mining → Mineral Processing → Metallurgy → Industrial Equipment → Mechanical Engineering → Construction

Narasumber dan mitra yang dijadwalkan hadir:

Krakatau POSCO • Silkar Nasional • Aswindra • Turbo Daya Mekanika • Duraquipt Cemerlang • PT Bukit Asam Tbk • KALISTA – Indika Energy Group • BRIN Partnership Mineral Processing • WIKA.

WAVE 2 — OIL & GAS, DRILLING, STEEL & CONSTRUCTION

Jumat, 11 September 2026 | 13.30–15.30 WIB

Hari kedua menghubungkan ekosistem:

Drilling → Upstream Services → EPC → Metallurgy → Steel Fabrication → Construction → Green Smelter Technology

Mitra yang dijadwalkan hadir:

BPS Steel Manufacture • APMI – Asosiasi Perusahaan Pemboran Migas & Panas Bumi Indonesia • Elnusa Drilling • Elnusa EPC • Elnusa Upstream Services • BRIN Green Smelter Project • Tuban Steel Work Fabrication • INDOPORLEN • Garuda Yamato Steel.

BUKAN SEKADAR FORUM DISKUSI

Innovation & Engineering Business Matching dirancang sebagai working business meeting, bukan sekadar forum untuk mendengarkan presentasi.

Project owner dapat menyampaikan kebutuhan dan problem industrinya.

Peneliti dapat membawa hasil riset dan inovasinya.

Technology provider dan perusahaan engineering dapat menawarkan solusi.

Manufacturer dan supplier dapat melihat peluang untuk masuk ke dalam supply chain.

Pertemuan kemudian diarahkan menuju penjajakan kolaborasi, pengembangan teknologi, business matching, supply chain partnership, hingga peluang implementasi pada proyek nyata.

MEMBANGUN KEKUATAN INDUSTRI NASIONAL MENUJU INDONESIA EMAS 2045

Gelombang Pertama dan Gelombang Kedua merupakan langkah awal untuk membangun platform kolaborasi yang semakin luas.

WAVE 1
Renewable Energy • Data Center • Battery Industry Ecosystem

WAVE 2
Mining • Oil & Gas • Metallurgy • Construction

Ke depan, ekosistem ini diharapkan terus berkembang dengan satu tujuan besar: memperkuat pelaku nasional agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses industrialisasi dan hilirisasi Indonesia, tetapi semakin menguasai IPTEK, engineering, manufaktur, dan rantai pasoknya.

Karena Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang seberapa banyak proyek yang dibangun.

Tetapi tentang seberapa besar kemampuan bangsa Indonesia sendiri dalam menguasai teknologi di balik proyek-proyek tersebut.

REAL PROJECTS • REAL PARTNERS • REAL OPPORTUNITIES

Kami tidak sekadar mempertemukan orang.
Kami mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi engineering.

TENDER INDONESIA • FSII • BRIN
Innovation & Engineering Business Matching 2026