PT TIMAH Kerahkan Fire Fighter ke Kalimantan Barat, Bantu Jinakkan Karhutla

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Pangkalpinang, Babel, ruangenergi.com — Asap dan kobaran api yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat mendorong Grup MIND ID memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari sektor pertambangan timah, PT TIMAH (Persero) Tbk mengirimkan pasukan terlatihnya untuk ikut berjibaku di lapangan.

Sebanyak 15 personel Fire Fighter PT TIMAH yang tergabung dalam Emergency Response Team (ERT) dikerahkan ke Kalimantan Barat. Mereka berasal dari sejumlah wilayah operasional perusahaan dan memiliki kemampuan khusus dalam menghadapi situasi darurat, terutama kebakaran.

Bukan sekadar datang dengan personel, PT TIMAH juga membekali tim dengan berbagai peralatan pemadaman serta alat pelindung diri (APD). Perlengkapan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan para petugas yang harus bekerja di tengah kepungan asap, panas, serta medan kebakaran yang tidak mudah ditaklukkan.

Pengerahan tim ini merupakan bagian dari sinergi PT TIMAH bersama Grup MIND ID untuk membantu pemerintah dan masyarakat menangani karhutla di Kalimantan Barat.

Mobilisasi dilakukan dengan mengedepankan tiga hal utama: kesiapsiagaan, keselamatan, dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi kejadian.

Dukungan tersebut mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan perusahaan. Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, bersama Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, turut memantau sekaligus mengantarkan tim yang akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut ke Kalimantan.

Maroef menegaskan, pengerahan personel Grup MIND ID merupakan wujud komitmen untuk hadir bersama masyarakat ketika menghadapi situasi krisis.

Menurut dia, bantuan tidak semestinya berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendukung proses pemulihan setelah bencana.

“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat,” ujar Maroef saat meninjau daerah terdampak di Mempawah, Jumat (4/9/2026).

Bukan Sekadar Memadamkan Api

Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, mengatakan 15 personel Fire Fighter yang diberangkatkan merupakan tenaga terlatih dan siap membantu penanganan karhutla di lapangan.

“PT TIMAH bersama Grup MIND ID mengerahkan personel Fire Fighter untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Personel yang ditugaskan merupakan tim yang telah memiliki kemampuan dalam penanganan kondisi darurat kebakaran dan siap mendukung upaya pemadaman di lapangan,” kata Ruddy.

Ia berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan disiplin, menjaga kekompakan tim, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Sebab, menghadapi karhutla bukan pekerjaan sederhana. Medan yang sulit, jarak pandang terbatas akibat asap, suhu panas, hingga potensi perubahan arah api membuat setiap langkah petugas harus dilakukan dengan perhitungan matang.

Kemampuan ERT PT TIMAH selama ini memang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat di wilayah operasional perusahaan. Namun, kemampuan tersebut juga dapat dimobilisasi ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang membutuhkan tenaga terlatih.

Di Kalimantan Barat, kemampuan itu kini mendapat tugas yang lebih luas: membantu masyarakat menghadapi ancaman api dan asap.

Melalui kolaborasi bersama Grup MIND ID dan para pemangku kepentingan di lapangan, PT TIMAH berharap kehadiran para Fire Fighter dapat membantu mempercepat pengendalian karhutla, sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pada akhirnya, misi mereka bukan hanya tentang memadamkan api. Lebih jauh, ini tentang memastikan masyarakat tetap terlindungi ketika bencana datang.