Palembang, Sumsel, ruangenergi.com– Gas bumi melalui jaringan pipa atau jargas dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses energi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan gas bumi melalui pipa. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih, praktis, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief mengatakan, pemahaman masyarakat mengenai tata kelola gas bumi dan infrastruktur hilir perlu terus diperkuat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Penyebarluasan Informasi terkait Pengaturan dan Pengawasan Gas Bumi melalui Pipa di Palembang, Senin (5/10/2026).
“Bimbingan teknis ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan lebih jauh apa itu BPH Migas, termasuk infrastruktur ruas pipa hilir migas serta upaya-upaya untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi,” ujar Eman.
Menurut Eman, Sumatera Bagian Selatan memiliki potensi gas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Mulai dari kebutuhan industri, pembangkit listrik hingga memenuhi kebutuhan energi rumah tangga melalui jaringan gas.
Karena itu, menurut dia, masyarakat perlu mengetahui lebih jauh bagaimana gas bumi diproduksi, disalurkan melalui infrastruktur pipa hingga akhirnya dapat dimanfaatkan oleh konsumen.
“Kami berharap masyarakat semakin mengenal manfaat gas bumi, khususnya gas yang disalurkan melalui jaringan pipa, serta memahami peran BPH Migas dalam melakukan pengaturan dan pengawasan,” jelasnya.
Jargas menawarkan pola pemanfaatan energi yang berbeda dibandingkan LPG. Gas disalurkan langsung melalui jaringan pipa menuju rumah pelanggan sehingga masyarakat tidak perlu melakukan penggantian tabung secara berkala.
Bagi masyarakat, kehadiran jargas juga berarti pilihan energi yang lebih praktis dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar melihat pengembangan jargas semakin relevan di tengah dinamika ekonomi dan energi global.
Menurutnya, ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan gejolak ekonomi dunia membuat Indonesia perlu memperkuat pemanfaatan sumber energi domestik.
“Di era ketidakpastian energi akibat dampak perang global dan ekonomi global, dibutuhkan kemandirian energi bagi suatu bangsa yang tidak bergantung pada impor,” kata Yulian.
Ia menilai jargas dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga. Karena itu, pengembangan jaringan gas di berbagai daerah perlu terus didorong agar akses masyarakat terhadap energi tersebut semakin luas.
“Apa yang menjadi keinginan kita untuk mandiri di bidang energi, perlahan tapi pasti sudah mulai kita menampakkan langkah baru,” ujarnya.
PGN: Sosialisasi Jadi Kunci
Sementara itu, Area Head Sumatera Selatan PT PGN Braman Setyoko menilai kegiatan sosialisasi memiliki arti strategis untuk memperkenalkan pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat.
Pasalnya, pembangunan infrastruktur jargas tidak akan optimal tanpa diikuti pemahaman masyarakat mengenai manfaat, tata cara pemanfaatan, hingga mekanisme berlangganan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari respons peserta kegiatan.
Salah seorang peserta, Nabalia Navarina (20), mengaku mendapatkan informasi baru mengenai jargas, termasuk manfaat, wilayah yang telah memperoleh layanan, serta mekanisme untuk menjadi pelanggan.
“Ternyata ada gas selain LPG yang lebih praktis untuk masyarakat sekitar, yaitu jaringan gas atau jargas. Jargas ini lebih murah dan efisien,” ujarnya.
Bagi BPH Migas, edukasi semacam ini menjadi bagian penting dari perjalanan memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
Sebab, ketika jaringan pipa semakin menjangkau masyarakat dan pemahaman publik semakin baik, gas bumi tidak lagi hanya identik dengan industri besar dan pembangkit listrik. Gas bumi juga dapat hadir langsung di dapur rumah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Pengawasan Gas Bumi BPH Migas Anwar Rofiq, Subkoordinator Pengawasan Pengangkutan Gas Bumi BPH Migas Irwan Ardinanta, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Syafril Ramadhon, serta perwakilan masyarakat Sumatera Selatan.


