PNRE dan TNI AL Jalin Kerja Sama Pengembangan PLTS untuk Mendukung Program Strategis Presiden PLTS 100 GWp

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com — Subholding Pertamina NRE (PNRE) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan Program Strategis Presiden PLTS 100 GWp melalui kerja sama dengan Komando Daerah TNI Angkatan Laut III (Kodaeral III) dan mitra pengembang untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pencapaian target pengembangan kapasitas PLTS nasional, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, memperluas pemanfaatan energi bersih, serta memperkuat kemandirian energi di lingkungan TNI AL.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait studi pengembangan energi terbarukan dan investasi pengelolaan PLTS di wilayah Kodaeral III. Kegiatan berlangsung bersama Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., di Gedung Serbaguna Makodaeral III, Jakarta Utara, Kamis (15/10).

Bagi PNRE, kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan melalui sinergi lintas sektor sekaligus mendukung Program Strategis Presiden PLTS 100 GWp. Pengembangan PLTS di lingkungan TNI AL diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang berupa efisiensi biaya energi, pengurangan emisi, optimalisasi aset, dan peningkatan kontribusi sektor pertahanan terhadap pencapaian target energi terbarukan nasional.

Direktur Proyek dan Operasi PNRE Norman Ginting menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya PNRE untuk menghadirkan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, studi yang dilakukan akan menjadi dasar untuk memastikan aspek teknis, keekonomian, serta kesiapan operasional dalam pengembangan PLTS di lingkungan TNI AL.

Sebagai salah satu peluang pengembangan awal, PLTS di Pondok Dayung diidentifikasi memiliki potensi kapasitas sekitar 400 kWp. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan untuk menilai manfaat teknis dan keekonomian pemanfaatan energi surya sebelum dikembangkan lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian target PLTS 100 GWp.

Materi penjajakan awal juga mengidentifikasi peluang pengembangan PLTS di sejumlah lokasi lain di lingkungan TNI AL, dengan potensi kapasitas sekitar 20 MW. Potensi tersebut masih bersifat indikatif dan memerlukan verifikasi melalui studi kelayakan, kesesuaian pemanfaatan aset, serta evaluasi kebutuhan operasional pada masing-masing lokasi.

Studi pengembangan akan menjadi landasan untuk mengevaluasi potensi energi surya, kebutuhan listrik, kelayakan teknis, dan peluang investasi pengelolaan PLTS. Pemanfaatan atap bangunan maupun area yang sesuai akan dikaji dengan tetap memperhatikan keamanan, tata kelola, dan keberlangsungan kegiatan operasional TNI AL. Hasil studi diharapkan dapat mendukung pengembangan proyek PLTS yang selaras dengan arah kebijakan nasional dan Program Strategis Presiden PLTS 100 GWp.

Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral III menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan langkah penting untuk mendukung pemanfaatan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menghasilkan kajian yang komprehensif serta membuka peluang investasi yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan lingkungan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pengembangan PLTS nasional.

Pelaksanaan PKS ini merupakan tahap awal penjajakan. Keputusan investasi dan implementasi proyek akan ditentukan berdasarkan hasil kajian kelayakan, kesepakatan para pihak, serta pemenuhan ketentuan dan persetujuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi ini, PNRE berkomitmen mendorong pengembangan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan layak secara keekonomian. Sinergi dengan Kodaeral III diharapkan dapat menjadi model pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan TNI AL, mendukung Program Strategis Presiden PLTS 100 GWp, serta memperkuat agenda transisi energi nasional.