Pertamina dan TPDC Tanzania Perpanjang Kerja Sama Migas, Dorong Investasi Energi Berkelanjutan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Bali, ruangenergi.com – Meningkatnya kebutuhan energi global mendorong negara-negara Afrika untuk memperluas kolaborasi di sektor minyak dan gas bumi (migas), termasuk dengan Indonesia. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama antara Tanzania Petroleum Development Corporation (TPDC) dan PT Pertamina International EP (PIEP), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang merupakan Subholding Upstream Pertamina.

Kemitraan strategis ini telah dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 22 Agustus 2023. Untuk memperkuat komitmen tersebut, Pertamina dan TPDC resmi memperpanjang masa berlaku MoU selama satu tahun ke depan, melalui amandemen yang ditandatangani pada 30 Agustus 2024. Penyerahan dokumen dilakukan dalam ajang Indonesia-Africa Forum yang digelar di Bali pada 3 September 2024.

Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Chairman TPDC Ambassador Ombeni Sefue, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PIEP Jaffee Arizon Suardin, serta pejabat tinggi dari Zanzibar dan Tanzania.

Mendorong Kolaborasi Hulu hingga Hilir

Melalui MoU ini, Pertamina dan TPDC sepakat memperluas ruang lingkup kerja sama yang mencakup program knowledge sharing, capability building, dan riset kolaboratif. Selain itu, potensi kemitraan juga terbuka di sektor investasi energi, baik pada sisi hulu maupun hilir.

Sebelumnya, kedua perusahaan telah menyelesaikan studi awal terhadap dua blok migas di Tanzania: West Songo-Songo dan North Mnazi Bay. Ke depannya, peluang bisnis di sektor non-hulu pun akan terus dijajaki, seiring dengan komitmen Pertamina dalam mengembangkan portofolio global yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini mencerminkan semangat Pertamina untuk berkembang bersama negara-negara Afrika, sambil menjajaki potensi energi yang luas dan saling menguntungkan,” ujar Fadjar Djoko Santoso, VP Corporate Communication Pertamina.

Komitmen pada ESG dan Tata Kelola Berkelanjutan

Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai bagian dari Subholding Upstream, terus menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini diwujudkan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta komitmen terhadap Sepuluh Prinsip Universal dari United Nations Global Compact (UNGC), yang diadopsi sejak PHE menjadi anggota pada Juni 2022.

Dalam aspek tata kelola, PHE menerapkan prinsip Zero Tolerance on Bribery, melalui sistem pencegahan fraud dan penyuapan berbasis ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan).

Dengan semangat profesionalisme dan integritas, PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi migas baik di dalam maupun luar negeri, untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial, dan menjunjung tinggi tata kelola yang baik.