Air untuk Harapan: Ketika Sumur Bor Menjadi Sumber Kehidupan Baru di Sebuntal

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Marangkayu, Kaltim, ruangenergi.com-Di pagi yang hangat pada 24 Oktober 2025, halaman Masjid An Nur di Desa Sebuntal tampak lebih ramai dari biasanya. Wajah-wajah penuh harap berkumpul menyaksikan momen yang sudah lama dinantikan: peresmian sumur bor yang menjadi sumber air bersih pertama di lingkungan masjid sekaligus solusi bagi warga sekitar.

Bagi sebagian masyarakat, air bersih mungkin sekadar bagian dari rutinitas harian. Namun, tidak demikian bagi warga Sebuntal. Selama bertahun-tahun mereka bergantung pada air tadah hujan atau sumur milik tetangga — terbatas, tidak menentu, dan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat musim kemarau.

Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Badan Dakwah Islam (BDI) Santan Terminal menghadirkan bantuan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter. Berlokasi di area Masjid An Nur, sumur bor ini bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi menjadi simbol kepedulian, kolaborasi, dan harapan baru.

“Bantuan ini lahir dari kepedulian para pekerja Pertamina terhadap kebutuhan pokok masyarakat Desa Sebuntal,” ujar Muhamad Yasin, Superintendent Santan Terminal PHKT. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini sekaligus menjadi jembatan untuk semakin menguatkan hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat. “Kami yakin bahwa hubungan yang harmonis akan mendorong kelancaran operasi dan bisnis hulu migas,” tambahnya.

Acara peresmian dimulai dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Muchtar dari BDI Santan Terminal. Suasana haru menyelimuti sesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Hadir dalam momen penting itu antara lain Camat Marangkayu, perwakilan Desa Sebuntal, Takmir Masjid An Nur, serta Ketua RT 21 Sebuntal.

Di sela acara, Yasin menyampaikan sebuah pesan yang menjadi inti dari program ini: “Air adalah sumber kehidupan. Rasulullah saw. bersabda bahwa di antara sedekah terbaik adalah memberi air minum.”

Camat Marangkayu, HR. Ambo Dalle, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata dari kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat. “Semoga fasilitas ini bermanfaat luas dan menjadi amal jariyah. Mari kita jaga bersama dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.

Dukungan turut hadir dari unsur keamanan. Perwakilan Kapolsek Marangkayu melalui Babhinkamtibmas Desa Sebuntal, Bripka Laerang Tanjung, menyampaikan doa agar fasilitas tersebut membawa maslahat bagi banyak orang.

Sementara itu, Elis Fauziyah, Head of Communication, Relations & CID Zona 10, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap dapat mendukung kesehatan, kenyamanan ibadah, dan kualitas hidup warga,” ucapnya.

Lebih jauh, Elis menjelaskan bahwa upaya tersebut sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) serta Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi. “Kami ingin manfaat operasi perusahaan dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi,” katanya.

Kini, suara gemericik air dari sumur baru di Masjid An Nur bukan sekadar tanda tersedianya fasilitas, tetapi juga simbol kemandirian. Bagi warga Sebuntal, setiap tetes air merupakan limpahan keberkahan. Di baliknya, ada kepedulian, sinergi, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Di Sebuntal, air bukan hanya kebutuhan — ia adalah hadiah yang mengalirkan kebaikan.