Lapangan Banyu Urip

Arifin Tasrif Minta Balitbang KESDM Terlibat Eksplorasi Panas Bumi

Jakarta,RuangEnergi.com-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah memprogramkan Eksplorasi Panas Bumi (EPB) oleh Pemerintah.

Arifin meminta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM terlibat aktif pada seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi panas bumi.

dadan kusdiana

“Dalam rangka mendukung percepatan pemanfaatan panas bumi, MESDM telah memprogramkan Eksplorasi Panas Bumi oleh Pemerintah, telah dianggarkan dlm RAPBN KESDM untuk kegiatan peningkatan kualitas data subsurface, peer review untuk penentuan posisi sumur dan pengeboran sumur eksplorasi. Balitbang diminta terlibat aktif pada seluruh rangkaian kegiatan ini,” kata Kepala Balitbang KESDM Dadan Kusdiana

Balitbang akan melakukan modifikasi rig yang sekarang dipergunakan untuk pengeboran sumur coal bed methane (CBM) agar bisa dipakai utk pengeboran sumur panas bumi deep slime hole. Program ini diharapkan dapat menurunkan tingkat resiko pengembangan PLTP dan menurunkan biaya penggembangan serta diakhirnya harga jual listrik ke PLN.

Ada 8 lokasi yang akan dilakukan peningkatan kualitas data tersebar di Jabar, NTB, NTT, Sulsel, Sulteng dan Malut.

“Rig yang ada di Balitbang dibangun pada tahun 2013, rancang bangunnya oleh Lemigas dan dibuat oleh perusahaan nasional. Untuk modifikasi juga demikian.Nanti kan dilelang di awal nopember.Ya kan APBN,” ujar Dadan.

Terpisah,Direktur Panasbumi Ditjen EBTKE Ida N.Finahari membenarkan adanya keterlibatan Balitbang melalui lembaga penelitian dan pengembangan teknologi minyak dan gas bumi (Lemigas).

“Betul, ada rencana pengeborannya dilakukan oleh Balitbang cq Lemigas.20 WKP akan dilakukan pengeboran eksplorasi dulu oleh pemerintah, baru dilelang nanti,” jelas Ida N.Finahari kepada ruangenergi.com

WK Panas Bumi

Potensi WKP Panas Bumi yang akan dilelang adalah:

BACA JUGA  PLNGG Dapat Mandat Penyedia Infrastruktur Midstream Gas PLN

wkp panasbumi

ACEH (1 Wilayah Terbuka), Lokop (SD: 41 MW, RP: 20 MW)

SUMATERA UTARA (1 WKP),Sipoholon Ria-Ria (SD: 60 MW, RP: 20 MW)

BANTEN (1 WKP),Gn. Endut (SD: 180 MW, RP: 40 MW)

JAWA BARAT (4 WKP  dan  1 Wilayah Terbuka);Cisolok Cisukarame (SD: 45 MW, RP: 20 MW),Gn. Galunggung (SD: 289 MW, RP: 110 MW),Gn. Tampomas (SD: 100 MW, RP: 45 MW),Gn. Ciremai (SD: 60 MW, RP: 55 MW),Gn. Papandayan (SD: 195 MW, RP: 40 MW)

JAWA TENGAH (1 WKP),Guci (SD: 100 MW, RP: 55 MW)

BALI (1 Wilayah Terbuka),Gunung Batur-Kintamani      (SD: 58 MW, RP: 40 MW)

NTB(1 WKP),Sembalun (SD: 100 MW, RP: 20 MW)

NTT (1 WKP dan 1 Wilayah Terbuka),Nage (SD: 39 MW, RP: 20 MW),Maritaing (SD: 190 MW, RP:30 MW)

KALIMANTAN UTARA (1 Wilayah Terbuka),Sajau (SD: 17 MW, RP: 13 MW)

SULAWESI TENGAH (2 WKP),Bora Pulu (SD: 123 MW, RP: 40 MW),Marana (SD: 70 MW, RP: 20 MW)

SULAWESI SELATAN (2 Wilayah Terbuka),Bittuang (SD: 28 MW, RP: 20 MW),Limbong (SD: 20 MW, RP: 5 MW)

MALUKU UTARA (1 WKP),Jailolo (SD: 75 MW, RP: 30 MW)

MALUKU (1 Wilayah Terbuka),Banda Baru (SD: 54 MW, RP: 40 MW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *