Jakarta Selatan, Jakarta, ruangenergi.com-Pemerintah membuka tahun 2026 dengan nada optimistis di sektor hulu minyak dan gas bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar dialog dua arah bersama para petinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu migas dalam CEO Forum Awal Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (30/01/2026).
Forum ini menjadi ajang evaluasi sekaligus konsolidasi untuk menggenjot kinerja industri hulu migas. Di hadapan para CEO migas, Bahlil secara terbuka mengapresiasi capaian lifting minyak bumi 2025 yang berhasil menyentuh angka 605 ribu barel per hari.
“Bapak Ibu pimpinan KKKS dan seluruh pasukannya, kalian adalah pahlawan lifting tahun 2025,” ujar Bahlil, seperti dilaporkan Fahreza, reporter ruangenergi.com.
Bahlil menegaskan apresiasi Pemerintah atas kerja keras seluruh KKKS dalam menjaga produksi migas nasional tetap di jalur target.
Tak sekadar seremoni, dialog berlangsung interaktif. Bahlil menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara Pemerintah sebagai regulator dan KKKS sebagai eksekutor di lapangan. Menurutnya, peningkatan lifting hanya bisa tercapai jika kedua pihak berjalan seirama.
“KKKS ada di depan sebagai pelaksana, Pemerintah regulator. Bagaimana ini kita tune-kan jadi satu, supaya iramanya bisa jalan,” kata Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil memastikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama SKK Migas akan terus mendampingi KKKS. Fokusnya tak hanya pada pengawasan, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dan percepatan perizinan, termasuk yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.
Dari sisi pelaku industri, Presiden Indonesia Petroleum Association (IPA) Kathy Wu menekankan pentingnya konsistensi regulasi. Ia menilai kepastian aturan menjadi kunci agar proyek migas yang sudah berjalan dapat dieksekusi optimal.
“Ketika proyek masuk tahap operasi, regulasi harus tetap konsisten. Itu melindungi operasional proyek dan memberi ruang fokus pada pelaksanaan,” ujarnya, seraya menegaskan dukungan IPA terhadap target Astacita Pemerintah di sektor energi.
Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia Wade Floyd menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah yang memungkinkan ExxonMobil mencapai produksi sekitar 15 ribu barel per hari. Ke depan, ia berharap proses perizinan dapat terus dipercepat agar peningkatan produksi berjalan lebih agresif.
“Kami berharap kolaborasi ini bisa memastikan perizinan diperoleh secepatnya, sehingga peningkatan produksi juga lebih cepat,” kata Wade.
Menutup forum, Bahlil kembali menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah dan KKKS. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat menjaga tren positif lifting migas, khususnya untuk memenuhi target tahun 2026.
“Terima kasih atas semua masukan. Saya mohon kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan lifting dan menjalankan tugas-tugas besar kita di 2026,” pungkas Bahlil.












