Jatibarang, Jawa Barat, ruangenergi.com — Kabar baik datang dari Lapangan Jatibarang. Sumur BDA-04 yang sempat mengalami semburan atau blowout pada 30 September 2026 akhirnya berhasil dimatikan.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melaporkan perkembangan tersebut kepada ruangenergi.com pada hari ini.
“Alhamdulillah sumur BDA-4 Lap Jatibarang yang blowout telah berhasil dimatikan,” ujar Djoko dalam laporannya, seperti diceritakan kepada ruangenergi.com
Menurut Djoko, insiden bermula pada 30 September 2026 sekitar pukul 11.52 WIB ketika dilakukan pekerjaan nipple down wellhead ESP di Sumur BDA-04.
Pekerjaan tersebut diawali dengan kondisi bowl yang lengket dengan wellhead ESP. Setelah upaya pengangkatan bowl tidak berhasil, dilakukan pelepasan wellhead ESP secara langsung. Pada saat itulah terjadi semburan.
Upaya untuk kembali mendudukkan wellhead juga belum berhasil karena diduga terdapat sangkutan.
Meski terjadi semburan dan lokasi sumur berada cukup dekat dengan permukiman, Djoko memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
Lima menit setelah kejadian, tepatnya pukul 11.57 WIB, Incident Management Team (IMT) Zona 7 langsung diaktifkan.
Langkah ini dilakukan karena semburan masih berlangsung dan lokasi sumur berada cukup dekat dengan permukiman warga.
Pengamanan lokasi kemudian dilakukan. Sebanyak 16 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi menjadi bagian dari langkah pengamanan masyarakat.
Tim juga melakukan mobilisasi fire truck, ambulans, peralatan oil spill response, sekaligus mempersiapkan strategi untuk melakukan killing well atau penghentian semburan dengan mengendalikan tekanan sumur.
Hasil pengujian gas pada jarak 30 meter dari lokasi menunjukkan angka LEL sebesar 12 persen, CO 10, sementara H₂S tercatat 0 ppm.
Djoko bercerita kepada ruangenergi.com, upaya pengendalian akhirnya membuahkan hasil.
Djoko melaporkan, semburan Sumur BDA-04 berhasil dihentikan pada 4 Oktober 2026 pukul 21.25 WIB melalui metode killing well.
Proses tersebut dilakukan dengan pemompaan fresh water dengan specific gravity (SG) 1,0 yang dicampur HiVis 80 CP, dengan laju pemompaan mencapai 7 barrel per menit (bpm).
Setelah proses tersebut, kondisi sumur berangsur stabil.
“Kondisi sumur saat ini stabil pada tekanan 0 psi,” kata Djoko.
Dengan kondisi tersebut, fokus penanganan kini beralih pada tahap pemulihan pascainsiden.
Djoko menambahkan cerita kepada ruangenergi.com, SKK Migas bersama pihak terkait masih melakukan pemulihan lingkungan dan penanganan masyarakat di area yang terdampak.
Pembersihan lokasi serta proses demobilisasi peralatan rig juga terus dilakukan.
Djoko menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Mohon doa, insya Allah kecelakaan sejenis tidak terulang kembali,” ujar Djoko.
Laporan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian penanganan insiden Sumur BDA-04 Jatibarang yang berlangsung sejak 30 September hingga berhasil dikendalikan pada 4 Oktober 2026.
“Bersama Kita: Doa & BISA. Lifting Naik: BISA, BISA, BISA,” demikian pesan Djoko dalam laporannya.

