BPH Migas Perkuat Sinergi, Jaga Kelancaran Gas Bumi Jawa Timur

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Surabaya, Jawa Timur, ruangenergi.com — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan guna memastikan penyaluran gas bumi di Jawa Timur tetap andal. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan pasokan di tengah penyesuaian suplai gas pada awal 2026 akibat pemeliharaan fasilitas pemasok.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan, sepanjang Januari 2026 terjadi penyesuaian antara pasokan dan kebutuhan gas bumi di Jawa Timur seiring berlangsungnya kegiatan perawatan di sisi hulu. Kondisi tersebut berdampak pada pengaturan kuota penyaluran gas ke sejumlah pelanggan.

“Rapat koordinasi ini kami dorong untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan, mengoptimalkan penyaluran, dan menjaga keandalan pasokan gas bagi industri strategis agar dampak terhadap aktivitas ekonomi bisa diminimalkan,” ujar Wahyudi di Surabaya, Jumat (30/1/2026), dikutip dari website BPHMIGAS.

Koordinasi tersebut melibatkan regulator, pengguna gas sektor kelistrikan dan pupuk, badan usaha niaga, hingga transporter gas bumi. Wahyudi menegaskan, layanan gas bagi pelanggan kecil dan rumah tangga di Jawa Timur harus tetap berjalan normal di tengah penyesuaian pasokan.

Ia juga meminta pemasok, transporter, serta badan usaha niaga yang tergabung dalam tim koordinasi untuk melakukan monitoring harian secara ketat.

“Tujuannya memastikan tidak ada gangguan pada pelanggan industri yang bisa menyebabkan proses produksi terhenti,” katanya.

Menurut Wahyudi, pola pengaturan penyaluran gas bumi selama ini telah dijalankan secara terkoordinasi dan sinergis antara pemasok hulu, transporter, badan usaha niaga, hingga pengguna akhir. “Kami berharap pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur tetap mengedepankan prinsip akuntabel, adil, dan transparan, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyampaikan bahwa PGN memiliki sistem infrastruktur pipa gas terintegrasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber pasokan gas bagi pelanggan lintas sektor.

“Ada upaya bersama untuk mencari solusi, sehingga kebutuhan gas industri, UMKM, komersial, hingga rumah tangga tetap terpenuhi secara kontinyu. Reliability penyaluran tetap kami jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial Pertamina Gas Ryrien Marisa mengungkapkan bahwa Pertagas telah menyiapkan langkah back up penyaluran gas selama masa pemeliharaan. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan prioritas, khususnya jaringan gas rumah tangga di Mojokerto dan Sidoarjo, serta fasilitas umum seperti rumah sakit.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Baskara Agung Wibawa, dan Eman Salman Arief, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, serta perwakilan dari SKK Migas, Kementerian ESDM, PLN Energi Primer Indonesia, dan Petrokimia Gresik.