M Fansrullah asa

Buka Kesempatan Bisnis SPBU Pertashop, Ini Kriteria Persyaratannya

Jakarta, Ruangenergi.comPT Pertamina (Persero) membuka kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki bisnis bahan bakar minyak (BBM) skala kecil alias Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertashop.

Pertashop sendiri merupakan inovasi usaha ritel BBM, LPG (Liquified Petroleum Gas) dan produk Pertamina yang dikelola bersama dalam skema mudah dan keuntungan luar biasa.

Langkah ini sebagai bentuk sinergi antara Kementerian Dalam Negeri dan Pertamina dalam memeratakan energi hingga ke pelosok negeri, Pertashop merupakan bagian program One Village One Outlet.

Dalam catatan Ruangenergi.com, sampai dengan tanggal 23 Mei 2021 terdapat Outlet Pertashop yang sudah dan siap beroperasi sejumlah 2.100 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Di mana pada tahun 2021 ditargetkan akan dibangun 10.000 Pertashop di seluruh Indonesia.

Sementara, terdapat dua skema bisnis dalam membuka SPBU Pertashop yaitu skema DODO (Dealer Own Dealer Operate) yang mana biaya investasi dan biaya operasional seluruhnya ditanggung mitra.

Kemudian, skema kedua yaitu CODO (Corporate Own Dealer Operate) yang mana biaya investasi dilakukan oleh Pertamina, sementara mitra hanya mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasi.

Untuk skema DODO, mitra perlu menyiapkan modal Rp 250 juta untuk investasi awal dan biaya operasional. Sementara, bila memilih skema kedua atau CODO, mitra cukup mengeluarkan investasi sekitar Rp 80 juta.

Adapun kriteria lokasi Pertashop, sebagai berikut :

1. Aksesibilitas Desa (akses mobil tangki, akses pengiriman modular).

2. Ketersediaan Jaringan Listrik.

BACA JUGA  Menteri ESDM Optimalkan Kapasitas Produksi Kilang-Kilang Lain

3. Kecamatan yang belum ada lembaga penyalur.

4. Lokasi yang akan dibangun Pertashop memiliki potensi omset yang baik secara keekonomian.

Sementara, kriteria persyaratan mitra Pertashop, yaitu :

1. Memiliki legalitas usaha berbentuk Badan Usaha dan atau Badan Hukum (UD, CV, Koperasi, PT).

2. Memiliki kelengkapan dokumen legalitas berupa KTP, NPWP, Akta Perusahaan.

3. Memiliki atau menguasai lahan untuk pengoperasian Pertashop.

4. Mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa.

Selain itu, Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond.

Bila memilih SPBU Pertashop jenis Gold maka luas lahan yang diperlukan yakni 100 – 200 m2, Mutu Beton (Beton Bertulang K-250 – Double Wiremesh M-8). Di mana mitra juga akan mendapat tangki penyimpanan berkapasitas 3 KL upper ground dengan omzet rekomendasi sebesar 400 liter per harinya, dengan rincian sebagai berikut :

a. Modal pembelian produk (Pertamax): Rp20 jt (Rp8.150 x 2.000 liter/hari + biaya lain-lain).
b. Keuntungan/liter: 850/liter.
c. Estimasi pengembalian modal maksimal 5 Tahun (tergantung pendapatan penjualan)

Tanki penyimpanan :
P x L x T 3900 x 2600 x 2750 mm
Volume 3000 liter
Total Berat Kosong 3500 kg.
Total Berat (Full of Product) 5280 kg.

Sedangkan, jenis Platinum, dilengkapi tangki berkapasitas 10 KL dengan omzet rekomendasi sebesar 1.000 liter per harinya. Sementara jenis Diamond memiliki tangki timbun 10 KL, dengan omzet rekomendasi sebesar 3.000 liter per hari.

Ketiga jenis SPBU Pertashop tersebut dapat menjual produk-produk Pertamina mulai dari Pertamax, Dexlite, LPG non-subsidi, hingga pelumas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *