Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com— Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) resmi memperpanjang kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang perbantuan personel TNI AL di lingkungan Ditjen Migas. Penandatanganan berlangsung di Ruang Strategis Gedung Ibnu Sutowo pada Kamis (19/02/2026).
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan kolaborasi yang telah lama terjalin antara kedua institusi, khususnya dalam mendukung pengawasan kegiatan usaha migas di wilayah lepas pantai melalui Staf Khusus Urusan Maritim (Susmar) Migas. Kerja sama tersebut dinilai krusial di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi migas nasional.
Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengejar target ambisius produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari. Menurutnya, stabilitas keamanan operasi migas offshore menjadi faktor penentu keberhasilan target tersebut.
“Ketahanan energi hari ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan pengamanannya. Dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur migas, termasuk melalui jalur laut, kerja sama yang kuat dengan TNI Angkatan Laut menjadi kunci,” ujar Laode dalam sambutannya,dikutip dari website MIGAS.
Ia menambahkan, keberadaan personel TNI AL membantu memastikan proyek strategis migas dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan, terutama di wilayah laut yang memiliki tantangan pengawasan lebih kompleks.
Sementara itu, Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal) Laksda TNI Bambang Irwanto menilai perpanjangan PKS bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk memperkuat kualitas sinergi yang telah berjalan.
“Ke depan, perlu ada evaluasi bersama agar penugasan personel semakin efektif, terukur, dan memberi kontribusi nyata bagi pengamanan sektor migas nasional,” kata Bambang.
Dokumen PKS ini sekaligus menegaskan landasan yuridis formal penugasan personel TNI AL di jajaran Ditjen Migas yang selama ini telah dilaksanakan. Kedua pihak berharap implementasi kerja sama semakin optimal dan memberi manfaat strategis, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi kepentingan nasional.
Melalui penguatan koordinasi ini, Ditjen Migas dan TNI AL menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan kegiatan usaha migas, khususnya di wilayah lepas pantai, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.


