teknisi gas pgn

Dua PJBG Diteken Dihadapan Menteri ESDM Arifin Tasrif Hari Ini

Jakarta,ruangenergi.com-Dua perjanjian jual beli (pjbg) gas akan ditandatangani dihadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif Senin (31/8/2020) antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Terbuka dan PT Pupuk Kujang,anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).

Kemudian PJBG antara PT Pertagas Niaga,anak usaha dari PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Iskandar Muda.

“Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Pupuk Kujang dan antara Pertagas Niaga dan PIM secara virtual,Senin (31/8/2020) dihadapan Menteri ESDM Arifin Tasrif,di Jakarta,”kata sumber ruangenergi.com

Sebelumnya,informasi yang didapat ruangenergi.com,PT Pupuk Kujang menyatakan, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 89K/2020 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri, pihaknya saat ini mendapatkan tambahan pasokan gas sebesar 25 Million British Thermal Units (MMBTU) dari PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP), Asset 2 (Sumatera Selatan). Sehingga diyakini dapat menutup kekurangan kebutuhan gas untuk operasional pabrik.

Pasalnya, tambahan pasokan tersebut didapat lantaran adanya potensi penurunan pasokan gas dari penyuplainya, yakni, PT PEP Asset 3 dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ONWJ.

“Berdasarkan Kepmen ESDM tersebut, kami mendapat pasokan gas yang berasal dari PEP Asset 2 (Sumsel) sehingga dengan demikian kebutuhan pasokan gas Pupuk Kujang dapat terpenuhi semua,” ungkap Sekertaris Perusahaan PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan, saat dihubungi ruangenergi.com (21/08).

Ia menambahkan, PKC alias Pupuk Kujang Cikampek juga mendapat pasokan gas dari PHE ONWJ sebesar 38 MMBTU dan PT PEP sebesar 39 MMBTU.

BACA JUGA  SP SKK Migas Minta Pekerja Migas Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

“Kebutuhan gas Pupuk Kujang sebesar 101 mmbtu, saat ini dipasok oleh PHE ONWJ sebesar 38 mmbtu dan PEP sebesar 39 mmbtu sehingga total pasokan 77 mmbtu,” imbuh Ade.

Alhamdulillah, Pupuk Kujang mendapatkan tambahan pasokan gas sebesar 25 mmbtu dari PEP Asset 2,” katanya.

Ia menjelaskan, guna mempercepat penyaluran gas tambahan, saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya, dengan telah terpenuhinya kebutuhan gas tersebut, dapat menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) pupuk seefisien mungkin.

“Berbagai dampak positif timbul diantaranya,  dengan demikian pabrik Pupuk Kujang dapat beroperasi secara maksimal sehingga biaya HPP (Harga Pokok Penjualan) pupuk dapat ditekan seefisien mungkin. Selain itu jaminan pasokan pupuk kepada petani di wilayah Jabar dan Banten terjamin,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, PT Pupuk Kujang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku untuk dua pabrik milinya yakni pabrik amoniak dengan total kapasitas 660.000 ton per tahun dan dua pabrik urea dengan total kapasitas sebesar 1.140. 000 ton per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *