premier oil di indonesia

Operasi Produksi Premier Oil di Natuna Terus Berjalan

Jakarta,ruangenergi.com-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan walaupun puluhan pekerja lepas pantai Premier Oil di Natuna terpapar Covid-19, kegiatan operasi dan produksi terus berjalan.

Hanya saja,SKK Migas sempat lockdown kegiatan dianjungan lepas pantai yang dioperasikan Premier Oil. Ada 64 pekerja yang positif Covid-19. Sebanyak 21 orang adalah pekerja Premier Oil dan 43 pekerja pihak ketiga atau sub-kontraktor.

“Gak stop produksi  jalan terus hanya pernah kita lockdown untuk tidak ada pertukaran/pergantian pekerja dulu beberapa saat sampai semuanya clear.Cuma beberapa hari saja kok sampai tracing dan screening OK semua,” kata sumber ruangenergi.com,Senin (31/8/2020) di Jakarta.

Mengutip dari Batamtoday.com, Government Affairs Senior Manager Premier Oil, Buyung Heru Satria, mengatakan terdapat 12 pekerja terpapar Covid-19 dan telah dikirim ke Jakarta pada Sabtu (22/8/2020) lalu, untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.

“12 pekerja lepas pantai terdiri sari 5 karyawan Premier Oil dan 7 karyawan kontraktor pihak ketiga. Mereka terkonfirmasi positif covid-19 pada Sabtu (22/8) lalu selepas pulang dari offshore. Semua pekerja tersebut dalam keadaan stabil dan sudah mendapatkan penanganan medis di Jakarta,” terang Buyung.

Berdasarkan situs premier-oil.com,Premier telah membangun posisi dominan di Laut Natuna dengan mengirimkan gas ke Singapura berdasarkan perjanjian penjualan gas jangka panjang. Premier berusaha untuk mengisi kembali kontrak jangka panjang ini dengan membawa sumber daya yang ditemukan tetapi belum dikembangkan di Natuna Sea Block A.

BACA JUGA  Tren Industri Energi Dunia dan Penerapannya di Indonesia

Premier juga telah membangun posisi areal yang cukup besar di tambang gas Laut Andaman Selatan yang sedang berkembang di lepas pantai Indonesia. Program akuisisi seismik 3D di Andaman I, Andaman II dan Andaman Selatan diselesaikan pada tahun 2019 dengan hasil awal yang sangat menggembirakan dan akan digunakan untuk mematangkan prospek yang teridentifikasi pada data 2D yang ada, banyak di antaranya menunjukkan indikator hidrokarbon langsung. Premier juga memegang 65 persen kepemilikan yang dioperasikan dalam lisensi Tuna di mana Premier menemukan lebih dari 100 mmboe pada tahun 2014.

Informasi yang didapat ruangenergi.com, disebutkan bahwa pada 18 Agustus, salah satu pekerja di kilang lepas pantai Premier Oil mengeluh demam. Ia lalu dibawa ke Jakarta dan menjalani tes PCR pada 19 Agustus. Berdasarkan hasil tes PCR yang keluar sehari kemudian, pekerja tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Setelah itu, Premier Oil melakukan pelacakan kontak terhadap pekerja dari semua kloter. Menurut SKK Migas, dari 64 pekerja yang dinyatakan positif, mayoritas merupakan pekerja yang memang berkantor di Jakarta. Namun, ada sebagian juga yang merupakan pekerja kilang lepas pantai di Anambas. Kebanyakan dari mereka kini menjalani karantina mandiri di rumah karena merupakan orang tanpa gejala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *