ENI Indonesia Akui Muara Bakau Decline Namun Merakes Masih Menjanjikan

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta, ruangenergi.com- ENI Indonesia menjelaskan kondisi produksi dari dua lapangan yaitu Muara Bakau dan East Sepinggan, di Kalimantan Timur.

ENI mengakui produksi dari Muara Bakau itu sudah natural decline. Walau begitu, ENI tetap melakukan usaha-usaha untuk tetap bisa mengurangi laju dari natural decline itu dengan optimasi produksi yang dilakukan di FPU (floating production unit) Jangkrik milik perusahaan tersebut.

Sedangkan di lapangan Merakes di East Sepinggan, ENI mendapatkan hasil lebih baik dan melakukan optimasi produksi.

“Dari salah satu sumur kita yaitu Merakes-6 sudah berproduksi sangat bagus. Dan kita mengkonsultasikan dengan Headquarter untuk meningkatkan produksi dari masing-masing sumur, sehingga pada saat ini sumur-sumur Merakes kita masih produksi pada plateu nya. Total produksi dari Merakes dan Jangkrik itu masih sesuai dengan target kita di WP&B. Sebagai contoh, di 2023 untuk produksi Muara Bakau kita masih mencapai di atas WP&B technical. Sedangkan untuk Merakes sendiri kita di atas dari target kita di WP&B technical 2023,” kata Vice President Operations ENI Indonesia Tumiran dihadapan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/03/2024), di Jakarta.

Tumiran dihadapan DPR RI bercerita, ke depan nanti untuk proyek Geng North sudah bersatu dengan SKK Migas untuk menyelesaikannya.

“Kita bersatu dengan SKK Migas untuk percepatan-percepatan produksi Geng North nantinya. Produksi Geng North diharapkan bisa berproduksi di 2027,” jelas Tumiran.