Jakarta, ruangenergi.com – Gas Natuna selangkah lagi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di Batam setelah Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping berhasil dilaksanakan dengan aman dan lancar pada Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 WIB. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan kesiapan pasokan energi primer dengan terus mengawal setiap tahapan proyek hingga gas dapat mengalir ke pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang.
Gas-In Commissioning dimulai dengan pembukaan Double Block Blade Valve yang melibatkan diver dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memastikan tidak terdapat kebocoran, baik pada titik tie-in maupun di sepanjang pipa hingga fasilitas onshore. Keberhasilan ini menjadi milestone penting dalam pengembangan infrastruktur WNTS–Pemping yang akan membawa gas dari Natuna masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping.
Setelah commissioning pipa bawah laut, proyek akan dilanjutkan dengan commissioning Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping sebelum gas dialirkan menuju pembangkit PLN Batam.
Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, keberhasilan Gas-In Commissioning menjadi langkah penting dalam pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS–Pemping guna menghadirkan pasokan gas domestik yang andal bagi sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat. Pemanfaatan gas Natuna sekaligus menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya energi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Keberhasilan Gas-In Commissioning ini menjadi milestone penting sebagai pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS–Pemping agar gas Natuna dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, khususnya mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat. PLN EPI akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas dapat mengalir ke pembangkit,” ujar Rakhmad.
PLN EPI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan kesiapan pasokan dan kebutuhan gas pembangkit berjalan selaras dengan penyelesaian infrastruktur. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha hulu dan hilir migas, pengelola infrastruktur gas, serta PLN menjadi faktor penting dalam memastikan pengaliran gas dapat terlaksana secara aman dan sesuai target.
Rakhmad menambahkan, Gas-In Commissioning akan dilanjutkan dengan commissioning pengaliran gas dari ORF menuju pembangkit PLN Batam setelah diperolehnya alokasi gas dari Pemerintah dan diselesaikannya dokumen komersial.
“Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit,” kata Rakhmad.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Gas-In Commissioning WNTS–Pemping.
“Keberhasilan Gas-In Commissioning ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. PLN EPI mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, Ditjen Migas, BPH Migas, SKK Migas, PLN (Persero), PLN Batam, Medco E&P Natuna, produsen-produsen gas West Natuna, TGI, dan PGN,” ujar Erma.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa Gas-In Commissioning pipa bawah laut WNTS–Pemping telah berhasil dilaksanakan dengan aman dan lancar pada 4 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB.
“Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 4 Oktober 2026, jam 00.00 WIB telah berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning Pipa WNTS–Pemping bawah laut dengan aman, selamat, dan lancar,” ujar Djoko.
Menurut Djoko, keberhasilan hot tapping, pembangunan, hingga Gas-In Commissioning pipa bawah laut bukan semata-mata pencapaian teknis, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam rangkaian masuknya gas Natuna melalui WNTS–Pemping ke Indonesia.
Djoko berharap seluruh rangkaian proyek dapat diselesaikan dengan aman, tepat waktu, dan sukses sehingga gas Natuna yang selama ini turut dialirkan ke Singapura dapat semakin dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
Keberhasilan Gas-In Commissioning WNTS–Pemping membawa gas Natuna semakin dekat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan domestik. Bagi PLN EPI, momentum ini menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok energi primer yang semakin andal, terintegrasi, dan berbasis pada optimalisasi sumber daya energi nasional guna mendukung ketahanan energi serta keandalan sistem kelistrikan Indonesia.

