blok rokan

Hari Ini Chevron Pacific Indonesia Tandatangani HoA Blok Rokan

Jakarta,RuangEnergi.com-Akhirnya PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dikabarkan hari Senin (28/9/2020) melakukan penandatanganan HoA for Driling and Abandonment and Site Restoration dan Amandemen Kontrak Kerja Sama blok Rokan. 

Penandatanganan HoA for Driling and Abandonment and Site Restoration dan Amandemen Kontrak Kerja Sama WK Rokan via video conference dilakukan dengan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dihadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) memiliki 100 persen saham kepemilikan dan mengoperasikan KKS Rokan yang akan berakhir pada Agustus 2021. Produksi bersih rata-rata pada tahun 2019 tercatat sebesar 99.000 barel minyak dan 19 juta kaki kubik gas alam.

Independent Auditor on behalf of KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah selesai lakukan audit WK Rokan dan akhirnya pada Senin (28/9/2020) direncanakan Penandatanganan HoA for Driling and Abandonment and Site Restoration dan Amandemen Kontrak Kerja Sama WK Rokan via video conference dilakukan dengan Kepala SKK Migas dihadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif,” kata sumber ruangenergi.com,Minggu (27/9/2020) di Riau.

Dalam catatan ruangenergi.com,dilaporkan bahwa saat ini sedang dilakukan audit lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Setelah dilakukan audit akan ada hitung-hitungan untuk perbaikan lingkungannya.

“Targetnya tadinya November, saat ini posisi sedang dalam audit lingkungan. Iya rencana awal November mudah-mudahan,” jelas Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin, (13/07/2020).

Ruangenergi.com juga mencatat bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut CPI direncanakan drilling well  di Blok Rokan November 2020.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Purbaya Yudhi Sadewa.

“Harusnya November ada peluang untuk mulai bor,” ungkapnya, Sabtu, (11/07/2020).

Purba mengatakan untuk menjaga kapasitas produksi migas nasional di Blok Rokan sangat penting, sehingga diperlukan investasi untuk drilling.

Biaya Investasi

Purbaya menuturkan untuk biaya investasi yang akan ditanggung pemerintah, sesuai dengan skema Production Sharing Contract (PSC) Blok Rokan. CPI akan melakukan investasi drilling.

“Namun nilai investasi itu akan diperhitungkan dalam skema cost recovery, di mana Pemerintah akan mengembalikan biaya investasi yang dilakukan KKKS Migas, jadi maksud kami dalam investasi tersebut Pemerintah tetap berkontribusi sesuai skema PSC,” jelas Purbaya.

Purbaya menyebut CPI dan SKK Migas sudah melakukan komunikasi intensif dan akan menandatangani dokumen kesepakatan serta penyesuaian atas PSC, di mana skema investasi di masa transisi saat ini akan dicantumkan.

“Sejauh menyangkut proposal investasi, SKK sudah menerima proposal dari CPI untuk investasi senilai US$ 152 Juta untuk drilling 104 sumur di tahun 2020 dan 2021 hingga berakhirnya kontrak WK Rokan di Agustus 2021,” papar Purbaya.

Diskusi ASR

Purbaya bercerita bahwa diskusi yang tengah dilakukan oleh SKK Migas dan CPI saat ini adalah terkait dengan pemenuhan tanggung jawab pemulihan lingkungan paska operasi CPI, untuk Abandonment and Site Restoration (ASR) dan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) sesuai ketentuan perundangan.

BACA JUGA  IPA Bahas Kontrak Dengan Menteri ESDM

Dijelaskan oleh Purbaya audit lingkungan ini diperlukan untuk menentukan besaran kebutuhan sumber daya yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan kewajiban pemulihan lingkungan CPI. Ini adalah isu yang terkait dengan investasi CPI di masa transisi karena CPI juga menginginkan tidak ada lagi beban yang tersisa sebagai kewajiban CPI terkait tanggung jawab paska operasi.

“Harapan pemerintah adalah transisi Blok Rokan dapat berjalan lancar melalui investasi di masa transisi dan kewajiban pemulihan lingkungan paska operasi juga dapat dilaksanakan dengan dana yang cukup sehingga ketika Pertamina mengambil alih optimasi produksi terjaga dan Pertamina tidak dibebani,” jelasnya

Pemilik 100 Persen Rokan

grafis rokan

Mengutip situs chevron.com,disebutkan PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) memiliki 100 persen saham kepemilikan dan mengoperasikan KKS Rokan yang akan berakhir pada Agustus 2021. Produksi bersih rata-rata pada tahun 2019 tercatat sebesar 99.000 barel minyak dan 19 juta kaki kubik gas alam.

Duri adalah lapangan terbesar di Blok Rokan. Teknologi injeksi uap (steamflood) telah diaplikasikan di Duri sejak tahun 1985 dan merupakan salah satu proyek pengembangan steamflood terbesar di dunia. Pada tahun 2019, produksi bersih rata-rata sebesar 40.000 barel minyak mentah.

Untuk menahan laju penurunan produksi, pengerjaan ulang & pemeliharaan sumur dilakukan secara intensif pada tahun 2019.Di Sumatra, Chevron mengoperasikan Lapangan Duri yang mengaplikasikan salah satu teknologi steamflood terbesar di dunia, dan Lapangan Minas yang merupakan salah satu lapangan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Produksi Blok Rokan lainnya berasal dari 80 lapangan aktif yang menghasilkan Sumatra Light Crude (SLC), dengan produksi bersih rata-rata per hari sebesar 59.000 barel minyak mentah dan 19 juta kaki kubik gas alam pada tahun 2019. Produksi dihasilkan dari pemboran sumur sisipan, aktivitas pengerjaan ulang dan injeksi air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *