Ini Ya Hasil RUPS ARKO, Apresiasi Daya Tahan Persero Hadapi Anomali Cuaca

Jakarta, ruangenergi.com- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Senin, 1 April 2024. RUPS Tahunan ini menyetujui kelima mata acara rapat termasuk penggunaan laba bersih tahun buku 2023 serta realisasi penggunaan dana obligasi.

Pada RUPS Tahunan ini, Dewan Komisaris Perseroan juga mengapresiasi daya tahan Perseroan di tengah anomali cuaca El Nino sepanjang tahun 2023 yang berdampak secara langsung terhadap kinerja operasional Perseroan.

Komisaris Utama Perseroan,  Arya Pradana Setiadharma, mengutip Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa puncak dari El Nino terasa pada semester 2 tahun 2023.

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal dan berujung pada curah hujan yang berkurang di wilayah Indonesia, menjadikan produksi listrik menurun akibat debit air menuju turbin berkurang. Meskipun pendapatan mengalami penurunan dari tahun lalu, margin laba bersih dapat tetap terjaga dan bahkan mengalami sedikit perbaikan menjadi 21,9% pada 2023, setelah sebelumnya tercatat sebesar 21,3% pada 2022.

Margin laba bersih yang stabil ini lah yang menjadi indikator daya tahan Perseroan yang baik di tengah anomali cuaca yang melanda sepanjang tahun 2023.

“Tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, lebih dari itu, Perseroan juga berupaya untuk berkontribusi bagi negara dan bahkan dunia dengan melakukan pengurangan gas rumah kaca melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sejak tahun 2017 hingga 2023, Perseroan berhasil melakukan penurunan gas rumah kaca sebanyak ±323,473 ton CO₂eq. Hal ini begitu penting untuk mendukung program Pemerintah terkait nationally determined contributions (NDC) yang merujuk pada pengurangan emisi karbon 2030 untuk menekan suhu bumi tidak naik di atas 1,5° Celsius. Dengan demikian, target Net Zero Emission pada 2060 dapat semakin cepat kita raih,” kata Arya dalam siaran pers yang diterima ruangenergi.com, Senin (01/04/2024), di Jakarta.

Direktur Utama ARKO Aldo Henry Artoko, menyatakan bahwa sepanjang tahun 2023, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp39.1 miliar. Perseroan memutuskan tidak membagikan dividen atas laba bersih tersebut karena hendak menggunakannya sebagai laba ditahan dengan tujuan untuk ekspansi ke depan.

“Sebesar Rp2 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan Perseroan. Sisa laba bersih sebesar Rp37.2 miliar akan digunakan sebagai laba ditahan guna ekspansi Perseroan,” rinci Aldo.

Terkait dengan penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan I (green bond) pada 2023, Direktur Perseroan, Boy Gemino Kalauserang mengungkap realisasi penggunaan dana green bond sebesar Rp339,9 miliar telah habis terserap untuk debt repayment kepada Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan modal kerja Perseroan.

“Dengan penerbitan obligasi ini, green bond diharapkan dapat menjadi dukungan serta upaya untuk menumbuhkembangkan kegiatan usaha Perseroan yang berwawasan lingkungan,” terang Boy.

Hal penting lainnya yang disampaikan dalam RUPS Tahunan ini yakni rencana pembangunan PLTA baru. Pada Desember 2023, Perseroan, melalui anak Perusahaan yaitu PT Arkora Hydro Malili, melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Tomoni 2 x 5 MW dengan PT PLN (Persero). Perjanjian ini berlaku selama 25 tahun sejak Commercial Operation Date (COD), menandakan pengembangan berkelanjutan Perseroan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *