Jakarta,ruangenergi.com-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan KKKS (kontraktor kontrak kerjasama) sedang mengkaji mekanisme kerjasama yang dapat menarik para penyedia teknologi berpartisipasi dalam usaha EOR (enhanced oil recovery).
Peningkatan produksi melalui metoda EOR perlu dilakukan di wilayah-wilayah kerja Indonesia, termasuk juga di wilayah kerja milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebab di wilayah kerja itu masih banyak lapangan yang mature namun memiliki unrecoverable cadangan yang masih besar.
“Saat ini SKK Migas dan KKKS sedang mengkaji mekanisme kerjasama yang dapat menarik para penyedia teknologi berpartisipasi dalam usaha EOR ini,”kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Kemal Rohali dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com,beberapa waktu lalu.
Ketika ditanyakan kepadanya, apa benar banyak lapangan di Pertamina Hulu Rokan (PHR ) dan mungkin juga di Pertamina EP (PEP) yang telah dilakukan injeksi Waterflood dan hasilnya bagus? Lapangan mana saja di PHR dan mana di PEP? Kemal menjelaskan:
“Kegiatan water flood di WK Rokan telah dilakukan sejak lama ketika WK tersebut masih dikelola CPI. Penerapan teknologi itu berhasil meningkatkan produksi bahkan mengantarkan Indonesia pada peningkatan produksi secara signifikan. Beberapa lapangan yang sudah dilakukan kegiatan water flood, antara lain : Lapangan Minas, Kotabatak, Bekasap, Bangko, Balam Sout, Pungut, dll. Pertamina sendiri juga sudah menerapkan teknologi water flood untuk peningkatan produksi, antara lain di Lapangan Tanjung, Lap. Talang Jimar dan Lap. Rantau,” ujarnya.
Ketika ditanyakan kepadanya adanya potensi meningkatkan produksi secara gradual meningkat 2- 4X lipat akibat Waterflood ini? Benarkah berpotensi peningkatan produksi 5000- 10000 bopd akibat Waterflood tersebut? Kemal menjawab:
“Berdasarkan historical data, penerapan teknologi water flood di WK Rokan berhasil meningkatkan produksi antara 50% sd 400 %. Sebagai contoh, penerapan water flood di Lapangan Minas dapat meningkatkan produksi dari 150 ribu bopd menjadi 250 rb bopd. Lapangan Kotabatak: Produksi meningkat dari 10 rb bopd menjadi 26 rb bopd; produksi dari Lapangan Bangko meningkat dari 4.000 bopd menjadi 30.000 bopd,”jelasnya.
SKK Migas dan PHR,lanjut Kemal, berusaha untuk meningkatkan produksi dari WK Rokan dengan berbagai macam metoda EOR, di antaranya dengan chemical (surfactant polymer) dan steamflood. Tidak tertutup kemungkinan untuk metode-metode EOR yang lain yang terus dikaji.
Ketika ditanyakan kepadanya; benarkah WP&B 2022 untuk PHR, telah disetujui 400 sumur? Apa benar terdapat tambahan 100 sumur pengembangan di PHR yang termasuk dalam FTG 2022. Termasuk terdapat tambahan 21 work over di PHR yang termasuk dalam FTG 2022. Kemal memberikan penjelasan sebagai berikut:
“Melalui WP&B 2022, SKK Migas dan PHR telah menyepakati kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 400 sumur di tahun 2022. Namun demikian PHR akan mengajukan tambahan sekitar 100 sumur pengeboran sebagai bagian dari program filling the gap. Kandidat sumur yang akan dibor pada tahun 2022 telah didiskusikan, namun apabila terjadi perubahan kandidat sumur yang akan dibor untuk mengisi filling the gap, SKK Migas dan PHR akan segera mendiskusikannya.Saat ini SKK Migas dan PHR telah menyepakati 26 pekerjaan KUPL dan 13 pekerjaan Perekahan Sumur, dimana sebagian di antaranya merupakan program filing the gap,” papar Kemal lagi.
Ruangenergi.com bertanya juga kepada SKK Migas, apa benar di PHR terjadi meningkatnya rencana biaya kapital disebabkan karena adanya penambahan kegiatan flowline untuk 100 sumur FTG, aktivitas Pemasangan Cooling Tower di GS Menggala North serta kegiatan terkait fasilitas produksi yang diusulkan kembali untuk masuk dalam rencana tahun 2022 ini seperti Stage-1 Facility Constraint, Peningkatan Kapasitas Injeksi Air di area Petani/Pematang/Bekasap/Bangko, Pematang Substation Upgrade?
SKK Migas melalui Kemal menjelaskan:”Outlook investasi PHR akan meningkat, karena digunakan untuk biaya kapital karena adanya penambahan kegiatan drilling sumur-sumur FTG yang diikuti dengan flowline untuk sumur-sumur FTG tersebut. Investasi capital lainnya digunakan untuk membiayai Pemasangan Cooling Tower di GS Menggala North, Stage-1 Facility Constraint, Peningkatan Kapasitas Injeksi Air di area Petani/Pematang/Bekasap/Bangko, Pematang Substation Upgrade.”