Kabar Baik dari SKK Migas: CBM Pecah Telor, Sejarah Baru Energi RI Tercipta!

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Sejarah baru bagi dunia energi Indonesia tercipta hari ini, Selasa (17/12/2025). Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) tanah air akhirnya memasuki babak baru dengan resmi dimulainya komersialisasi gas metana batubara atau Coal Bed Methane (CBM).

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto.

Dalam laporannya, Djoko menyebut momen ini sebagai peristiwa “pecah telor” yang menandai transisi dari era migas konvensional menuju era migas non-konvensional (MNK).

Momen bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara produsen CBM dan pembeli domestik. Langkah ini merupakan tindak lanjut cepat setelah Menteri ESDM memberikan lampu hijau terkait persetujuan Plan of Development (POD) I, serta penetapan alokasi dan harga gas.

“Izin lapor good news, hari ini ‘pecah telor’ ditandatangani PJBG. Ini merupakan era baru migas setelah era migas konvensional,” ungkap Djoko Siswanto penuh optimisme, bercerita kepada ruangenergi.com

Djoko menambahkan permohonan doa agar langkah perdana ini menjadi pembuka jalan bagi berkembangnya industri migas non-konvensional di Indonesia secara masif.

Dalam kesepakatan bersejarah ini, Konsorsium Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang terdiri dari PT Dart Energy Tanjung Enim Ltd dan PT Nu Energy Gas Ltd bertindak sebagai penjual gas. Sementara itu, raksasa gas nasional, PT PGN Tbk, bertindak sebagai pembeli yang siap menyalurkan energi ini ke pasar domestik.

Secara terpisah, Country General Manager Dart Energy Tanjung Enim Ltd & NuEnergy Gas Ltd, Wahyu Suharyo, mengonfirmasi kesepakatan strategis tersebut.

“Terpisah, kami Dart Energy CBM telah menandatangani PJBG dengan PGN. Insya Allah menjadi langkah awal CBM di Indonesia ke depannya,” ujar Wahyu.

Masuknya Gas Metana Batubara (CBM) ke dalam sistem distribusi gas nasional melalui PGN menjadi angin segar bagi ketahanan energi Indonesia. Sebagai sumber energi non-konvensional, CBM diharapkan dapat menjadi penopang baru di tengah tantangan produksi migas konvensional yang fluktuatif.

Kesepakatan ini membuktikan bahwa potensi “harta karun” energi non-konvensional di perut bumi pertiwi bukan sekadar wacana, melainkan komoditas nyata yang siap dimanfaatkan