Kado Akhir Juni! PHR Zona 4 Temukan Sumur Minyak Jumbo di Prabumulih

Twitter
LinkedIn
Facebook
WhatsApp

Jakarta Pusat, Jakarta, ruangenergi.com-Kabar menggembirakan kembali datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan LBK-031 milik PT Pertamina EP Asset 2 yang berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.

Sumur yang mulai dibor sejak 9 Mei 2026 itu berhasil mencatat hasil uji produksi yang impresif pada 29 Juni 2026, dengan capaian sementara mencapai 2.068 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,68 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Menariknya, aliran hidrokarbon dari sumur ini mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-H, menandakan kualitas reservoir yang masih sangat baik.

“Alhamdulillah, ini menjadi good news bagi upaya peningkatan lifting nasional,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM dan jajaran pengawas sektor migas, Selasa (30/6/2026) seperti diceritakan kepada ruangenergi.com

Sumur LBK-031 berada di Struktur Lembak, Field Prabumulih, Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah timur laut Kota Prabumulih. Keberhasilan ini memperkuat optimisme terhadap potensi cadangan migas di wilayah kerja tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi eksplorasi dan pengembangan terus menunjukkan hasil positif.

Dari sisi teknis, sumur ini dibor secara directional menggunakan Rig PDSI #43.3/AB-1500E hingga kedalaman akhir 2.250 meter measured depth (mMD) atau 2.060,26 meter true vertical depth (mTVD). Seluruh proses pengeboran hingga uji produksi memakan waktu 52 hari.

Tak hanya sukses dari sisi produksi, operasi sumur ini juga mencatatkan prestasi penting dari aspek keselamatan kerja. Seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung tanpa kecelakaan kerja (zero accident), dengan komitmen tinggi terhadap standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta operational excellence.

Yang juga menarik, realisasi biaya pengeboran tercatat cukup efisien. Berdasarkan estimasi lapangan, biaya yang dikeluarkan baru mencapai 89,81 persen dari anggaran yang telah disetujui.

Capaian LBK-031 menjadi sinyal positif bagi PHR Zona 4 dan SKK Migas dalam menjaga momentum peningkatan produksi nasional di tengah tantangan penurunan alamiah sumur-sumur tua. Jika segera onstream, sumur ini diproyeksikan menjadi tambahan signifikan untuk mendukung target lifting minyak dan gas nasional tahun 2026.

Dengan tambahan produksi baru seperti ini, optimisme “Lifting Naik, Bisa Bisa Bisa” bukan lagi sekadar slogan, tetapi mulai terlihat nyata di lapangan.